Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di tengah kegiatan pembangunan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026, sebuah kisah inspiratif muncul dari sudut Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Bukan tentang alat berat atau pembangunan jalan, melainkan tentang kegigihan seorang perempuan lanjut usia bernama Parmi (80) yang masih tekun menganyam bambu menjadi besek.
Aktivitas sederhana Mbah Parmi menarik perhatian salah satu anggota Satgas TMMD, Pratu Royhan dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 15. Ia bahkan ikut membantu proses pembuatan besek yang sudah puluhan tahun menjadi pekerjaan Mbah Parmi.
“Simbahnya luar biasa, sudah sepuh tapi masih cekatan membuat besek,” ungkap Pratu Royhan.
Menurutnya, ketekunan Mbah Parmi menjadi gambaran semangat warga desa yang tetap produktif meski usia tidak lagi muda.
Sementara itu, Mbah Parmi mengaku telah menggeluti usaha pembuatan besek sejak puluhan tahun lalu. Baginya, kegiatan tersebut bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga sebagai cara mengisi waktu agar tetap aktif.
“Sudah lama sekali bikin besek. Lumayanlah buat kesibukan. Sudah tua daripada nganggur dirumah,” papar Mbah Parmi.
Dengan tangan yang masih terampil, Mbah Parmi mengubah bilah-bilah bambu menjadi besek pindang. Meski hasil kerajinannya dihargai sekitar Rp10 ribu untuk setiap 100 buah besek, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan penuh ketekunan.
Bagi Pratu Royhan, pertemuan dengan Mbah Parmi menjadi salah satu pengalaman berharga selama mengikuti TMMD. Di balik kesederhanaannya, tersimpan semangat pantang menyerah yang patut diapresiasi.









Tinggalkan Balasan