Laporan: Wahono
TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Senyum tak lepas dari wajah Gilang (11) saat menggenggam amplop berisi santunan yang baru diterimanya di Masjid Jami’ Darurrohman, Dusun Wonogiri, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Kamis (25/6/2026).
“Senang, Mas, bisa beli buku sama seragam baru,” ujar Gilang.
Gilang menjadi satu dari 23 anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang menerima santunan dalam kegiatan Semarak Gebyar 10 Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Gentan bersama Pemerintah Desa Gentan.
Koordinator santunan, Wukir, mengatakan dana yang terkumpul dari para donatur mencapai Rp 30.138.000. Seluruh dana tersebut disalurkan tanpa potongan kepada para penerima manfaat.
Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp 1.310.000.
“Alhamdulillah semua sudah kami salurkan. Senyum adik-adik ini adalah bukti kebaikan Bapak/Ibu donatur semua,” kata Wukir.
Penerima santunan tidak hanya berasal dari Desa Gentan. Sebanyak 17 anak merupakan warga Desa Gentan, dua anak berasal dari Desa Kemloko, sedangkan masing-masing satu anak berasal dari Desa Ngropoh, Gandon, dan Purwosari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan tausiyah oleh KH Mu’izzudin, M.D. yang mengangkat tema Keutamaan Menyantuni Anak Yatim.
Dalam tausiyahnya, KH Mu’izzudin mengajak masyarakat menjadikan 10 Muharram sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim.
“10 Muharram adalah momentum bagi kita untuk meneladani kasih sayang Nabi kepada anak yatim. Sedikit yang kita beri, akan Allah lipatgandakan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kranggan Marlini Tarigan, S.STP., M.Si., perwakilan Kantor Urusan Agama, perangkat desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Melalui kegiatan itu, panitia berharap semangat berbagi kepada anak yatim tidak berhenti pada peringatan 10 Muharram, tetapi terus menjadi budaya gotong royong di tengah masyarakat.









Tinggalkan Balasan