Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Telepon masuk ke layanan darurat menjelang tengah malam. Isinya bukan laporan kecelakaan atau kriminal besar, melainkan keresahan warga soal dugaan adanya kelompok remaja yang dianggap meresahkan di wilayah Kecamatan Mejobo.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti.

Jajaran Polsek Mejobo bersama personel gabungan bergerak melakukan patroli dan penyisiran. Hasilnya, enam remaja diamankan di dua lokasi berbeda pada Sabtu (23/5/2026) malam hingga Minggu (24/5/2026) dini hari.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Mejobo AKP Heri Purwanto mengatakan, aduan diterima melalui call center 110 sekitar pukul 23.30 WIB.

Tim kemudian bergerak menuju kawasan Pasar Tokiyo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, yang disebut dalam laporan masyarakat.

“Petugas langsung bergerak setelah menerima aduan masyarakat. Di lokasi pertama kami mengamankan tiga remaja untuk dilakukan pendataan dan klarifikasi,” kata AKP Heri.

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan situasi tidak sepenuhnya sesuai dengan informasi awal yang beredar.

Setelah dilakukan pendalaman, tiga remaja tersebut tidak terbukti tergabung dalam kelompok yang dilaporkan meresahkan. Mereka diketahui hanya berada di lokasi yang sama tanpa adanya kesepakatan berkumpul.

“Dari hasil klarifikasi, mereka bukan bagian dari kelompok yang dilaporkan. Hanya kebetulan berada di tempat yang sama,” jelasnya.

Meski demikian, patroli tidak berhenti di situ.

Petugas melanjutkan penyisiran ke sejumlah titik lain hingga akhirnya menemukan tiga remaja lain yang sedang berkumpul di sekitar jembatan wilayah Desa Mejobo, dekat area SMP 2 Mejobo, pada waktu yang sudah memasuki dini hari.

Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Mejobo untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut.

AKP Heri menegaskan kegiatan tersebut merupakan langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari. Jangan sampai terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, orang tua para remaja akan dipanggil untuk diberikan edukasi. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang sebelum anak-anak diserahkan kembali kepada keluarga.

Di tengah cepatnya laporan dan cepatnya respons, ada satu pelajaran yang ikut muncul malam itu: tidak semua kerumunan adalah masalah, tapi setiap keresahan tetap perlu dijawab dengan pengecekan, bukan asumsi.