Jallu Law School Luncurkan 7 Modul Strategis, Dorong Kompetensi Hukum yang Lebih Aplikatif
Laporan: Muhamad Nuraeni
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Jallu Law School meluncurkan tujuh modul pelatihan strategis dalam forum rapat evaluasi Yayasan Jallu Nusantara Indonesia sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang hukum.
Peluncuran yang dilakukan secara simbolis ini menjadi penanda arah baru pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan praktis dan akademik. Tujuh modul tersebut mencakup pelatihan paralegal, analis peraturan perundang-undangan, legal drafting, metodologi penelitian hukum, pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, kontrak drafting, hingga pendidikan antikorupsi.
Direktur Jallu Law School menyebut, penyusunan modul dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi lintas sektor, mulai dari praktisi hukum, akademisi, hingga masyarakat umum. Selain digunakan dalam pelatihan, modul juga diproyeksikan menjadi rujukan pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Modul ini tidak hanya berhenti sebagai bahan ajar, tetapi menjadi instrumen peningkatan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Dalam peluncuran tersebut, modul Pendidikan Anti Korupsi diserahkan secara simbolis kepada Yusuf Khummaini. Penyerahan ini mencerminkan kolaborasi antara pendidikan hukum dan gerakan antikorupsi dalam membangun kesadaran serta integritas publik.
Jallu Law School menilai, kehadiran modul antikorupsi menjadi bagian penting dalam upaya membangun budaya integritas sejak dini. Peran lembaga pendidikan dinilai strategis untuk mencetak generasi yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga menjunjung nilai-nilai etika.
Melalui peluncuran ini, Jallu Law School optimistis dapat mendorong pengembangan ilmu hukum yang lebih aplikatif dan berdampak luas, sejalan dengan visi besar yayasan dalam menghadirkan hukum yang berorientasi pada kemanusiaan dan peradaban.













Tinggalkan Balasan