Berpacu dengan Waktu, WBP Rutan Salatiga Dirujuk ke RS demi Selamatkan Nyawa
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga, sebuah upaya penyelamatan berlangsung dalam senyap. Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) harus segera dilarikan ke Rumah Sakit DKT Dr. Asmir setelah kondisinya terus menurun sejak sehari sebelumnya.
Tubuhnya melemah, demam tak kunjung reda, dan sakit kepala semakin hebat. Di ruang poliklinik rutan, tenaga kesehatan telah berupaya memberikan perawatan terbaik. Namun, kondisi yang tak kunjung membaik membuat keputusan sulit harus diambil: rujukan ke rumah sakit menjadi satu-satunya harapan.
Dengan pengawalan ketat petugas dan pendampingan dokter rutan, WBP tersebut dibawa keluar dari lingkungan rutan menuju rumah sakit. Di tengah prosedur keamanan yang tetap dijalankan, terselip satu tujuan utama, menyelamatkan nyawa.
Dokter Rutan Salatiga, Ihsan, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil risiko ketika melihat kondisi pasien yang kian menurun.
“Kami sudah berikan obat dan perawatan. Tetapi karena belum ada perbaikan, kami rujuk sebagai langkah antisipasi agar mendapatkan penanganan lebih intensif,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan tim medis kemudian mengungkap kondisi yang tak ringan. WBP tersebut didiagnosis menderita demam berdarah dan tifus, dua penyakit yang membutuhkan penanganan serius dan cepat.
Di tengah segala keterbatasan yang ada di dalam rutan, perhatian terhadap kesehatan warga binaan menjadi hal yang tak bisa ditawar. Pelaksana Harian Kepala Rutan Salatiga, Ruwiyanto, menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak dasar untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kesehatan. Jika memang membutuhkan penanganan lanjutan, kami pastikan proses rujukan berjalan cepat dan sesuai prosedur,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik status sebagai warga binaan, mereka tetap manusia yang membutuhkan perhatian, perawatan, dan kesempatan untuk pulih. Di saat kondisi tubuh melemah, kehadiran tenaga medis dan langkah cepat petugas menjadi penopang harapan, bahwa setiap nyawa tetap berharga untuk diselamatkan.













Tinggalkan Balasan