HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Atasi Krisis Sampah, Jateng Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Regional

Laporan : Shodiq

JAKARTA,HARIAN7.COM  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen penanganan sampah melalui pengembangan sistem pengolahan berbasis aglomerasi. Tiga kawasan regional—Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya—disiapkan untuk memangkas hingga 3.000 ton sampah per hari guna mempercepat target pengelolaan sampah nasional.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, tujuh kepala daerah, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian LHK, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menteri Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa dua aglomerasi baru yang disepakati adalah Pekalongan Raya (Kota/Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang) dan Tegal Raya (Kota/Kabupaten Tegal, Brebes). Kehadiran keduanya melengkapi Semarang Raya yang sudah berjalan lebih dulu.

Baca Juga:  Apel Hari Pramuka ke-64, Kapolres Nganjuk Ajak Generasi Muda Tumbuh Lewat Gerakan Pramuka

“Ini langkah konkret yang berdampak langsung pada pengurangan sampah nasional. Tiga aglomerasi di Jateng ini diproyeksikan mampu mengurangi 3.000 ton sampah per hari,” ujar Hanif.

Meski progresif, Hanif mengingatkan masih ada sisa 14.300 ton sampah per hari di Jateng yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, ia mengapresiasi capaian pengelolaan sampah Jateng yang kini menyentuh 30 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 26 persen.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pemilik Celurit Raksasa yang Digunakan untuk Aksi Premanisme di Ungaran

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan akan segera mengakselerasi implementasi di lapangan. Menurutnya, penanganan sampah mendesak dilakukan mengingat tren timbulan sampah yang terus meningkat 8-11 persen setiap tahunnya.

“Setelah penandatanganan ini, pengolahan di dua wilayah aglomerasi baru harus segera dieksekusi. Jika timbulan sampah di atas 1.000 ton, memang harus masuk zonasi regional,” kata Luthfi.

Sebagai informasi, total timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai 6,34 juta ton per tahun. Untuk daerah dengan volume di bawah 1.000 ton seperti Magelang, Banyumas, dan Cilacap, pemprov mendorong optimalisasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Baca Juga:  Kapolres Semarang Puji Peran Strategis Supeltas dalam Mengurai Kemacetan

Selain infrastruktur fisik, Pemprov Jateng juga menyiapkan langkah non-teknis mulai dari pembentukan Satgas Sampah hingga tingkat desa, transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta penguatan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Kunci utamanya tetap pada hulu, yaitu kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” pungkas Luthfi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!