Nekat Balap Liar di Jalur Proyek PSN, 69 Motor Diamankan Polres Semarang
Laporan : Shodiq
UNGARAN|HARIAN7.COM – Menindaklanjuti laporan keresahan masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang menggelar razia besar-besaran di jalur Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (7/2/2026) sore.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 ini menyasar aksi balap liar yang kerap dilakukan para remaja di jalur penghubung Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak tersebut. Hasilnya, sebanyak 69 unit sepeda motor berhasil diamankan petugas.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, STK., SIK., CPHR., menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil berdasarkan banyaknya aduan yang masuk melalui Call Center 110 maupun laporan langsung kepada Kapolres Semarang.
“Berdasarkan laporan masyarakat dan momentum Operasi Keselamatan Candi 2026, kami menindaklanjuti dengan mengamankan 69 kendaraan yang terlibat aksi balap liar,” ungkap AKP Lingga di lokasi kejadian.
Aksi Kejar-kejaran hingga ke Semak-semak
Pantauan di lapangan menunjukkan lokasi tersebut memang kerap dijadikan tempat berkumpul (nongkrong) warga saat sore hari. Namun, situasi berubah tegang saat personel kepolisian tiba untuk melakukan penindakan.
Sejumlah remaja yang panik berusaha melarikan diri dari kepungan petugas. Beberapa di antaranya bahkan nekat memacu kendaraan masuk ke dalam semak-semak dan perkebunan warga untuk menghindari razia. Namun, kesigapan petugas di lapangan membuat puluhan motor tersebut tidak berkutik.
Gunakan 10 Truk untuk Evakuasi
Untuk mengangkut puluhan kendaraan yang terjaring, Polres Semarang mengerahkan sedikitnya 10 unit truk. Seluruh kendaraan tersebut kini telah dibawa ke Mapolres Semarang sebagai barang bukti.
“Semua kendaraan yang diamankan sudah kami lakukan penindakan berupa tilang, dan semuanya sudah kami amankan di Mako Satlantas Polres Semarang,” tegas AKP Lingga.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua di Kabupaten Semarang, agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka.
“Kami meminta orang tua menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif seperti balap liar. Selain membahayakan diri sendiri, aksi ini juga sangat merugikan pengguna jalan lain dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.(*)












Tinggalkan Balasan