HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pemkot Salatiga Siapkan Skema Distribusi Pangan Berbasis Koperasi

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM –  Pemerintah Kota Salatiga mulai menata ulang pola distribusi pangan pada awal 2026. Melalui audiensi dengan Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah di ruang kerja Wali Kota, Selasa (6/1/2026), pemkot merumuskan kerja sama yang menempatkan koperasi kelurahan sebagai simpul utama penyaluran bahan pangan.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) disiapkan sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara Bulog, Dinas Koperasi dan UKM, serta Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) diproyeksikan untuk membangun rantai distribusi yang lebih rapi dan mudah diawasi.

Baca Juga:  Buntut Perseteruan Kak Seto - Arist Merdeka Sirait, Ketua LPAI Jateng: Saya turut prihatin, akhiri itu dan ayo saling rangkul

“Sinergi ini harus nyata. Saya ingin PDAU menjadi partner resmi Bulog yang mengawal operasional KKMP. Jadi, jalurnya jelas dan terarah,” ujar Robby.

Dalam rancangan tersebut, aparatur sipil negara didorong terlibat aktif sebagai anggota KKMP. ASN diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga ikut menggerakkan roda koperasi agar distribusi pangan berjalan konsisten.

Pemkot menegaskan bahwa kehadiran KKMP tidak akan menekan pedagang kecil. Robby menekankan koperasi berfungsi sebagai distributor bagi warung-warung sekitar, sementara penjualan eceran dibatasi pada komoditas tertentu. “KKMP kita arahkan sebagai distributor untuk warung-warung terdekat. Eceran hanya untuk bahan tertentu saja. Prinsipnya, kita ingin keberadaan koperasi ini justru menghidupkan, bukan mematikan usaha kecil,” katanya.

Baca Juga:  Menakar Salatiga BEDA dalam Mewujudkan Visi Kota Salatiga

Sebagai penguat kebijakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi kebutuhan bahan pangan melalui KKMP. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal.

Bulog Jawa Tengah menyatakan kesiapan mendukung kebijakan tersebut. Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, mengungkapkan stok beras di Jawa Tengah per 4 Januari 2026 mencapai 242.813 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga pertengahan tahun.

Baca Juga:  Singkong Gatotkaca: Dari Ladang ke Ketahanan Pangan Nasional

Sri Muniati juga mengapresiasi terbentuknya 23 unit KKMP di Salatiga yang sebagian besar telah berkembang menjadi Rumah Pangan Kita (RPK). “Kami ingin ASN di Salatiga menjadi influencer ekonomi. Melalui KKMP, rantai distribusi dipangkas, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang jauh lebih murah tanpa mengurangi kualitas. Infrastruktur kami di Gudang Harjosari siap mendukung penuh kebutuhan ini,” ujarnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan penyusunan petunjuk teknis operasional PDAU sebagai transporter distribusi. Langkah ini diharapkan memberi kejelasan peran di lapangan dan mempercepat upaya Salatiga membangun kemandirian serta ketahanan pangan pada 2026.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!