HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Darah di Pacitan: Polisi Turunkan Anjing Pelacak Buru AS, Pelaku Pembunuhan Sadis di Arjosari

PACITAN | HARIAN7.COM – Aroma mencekam masih menyelimuti Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Sejak Sabtu (20/09/25), desa ini geger setelah AS mengamuk dan membantai keluarga mantan istrinya. Satu korban tewas mengenaskan, sementara empat lainnya terkapar dengan luka serius.

Korban jiwa adalah Tiwi, mantan mertua AS, yang meregang nyawa akibat luka sayatan di leher. Darah segar bercucuran, sementara jeritan keluarga membuyarkan malam. Mantan istri dan kerabatnya pun turut menjadi sasaran serangan brutal, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga:  PDPM Karo Periode 2023-2027: Rumah Besar Bagi Pemuda dan UMKM di Tanah Karo

Tak tinggal diam, polisi langsung memburu pelaku yang kabur ke arah hutan. Bahkan, anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Jawa Timur dikerahkan untuk mempersempit ruang geraknya.

“Sejak Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB, kami melibatkan satuan K9 dari Polda Jatim untuk mencari keberadaan tersangka pembunuhan,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, melalui pesan singkat, Selasa (23/9/25).

Kapolres menegaskan, anjing K9 dilatih khusus untuk mendeteksi jejak sehingga bisa mempercepat penangkapan. “Anjing K9 dilatih untuk mendeteksi jejak, sehingga diharapkan bisa mempercepat penangkapan tersangka,” jelasnya.

Baca Juga:  Dandim 0714/Salatiga dan Forkopimda Kabupaten Semarang Pastikan Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru

Hingga kini, tim gabungan TNI-Polri bersama warga terus menyisir hutan lebat yang menjadi tempat persembunyian AS. Aparat juga meminta masyarakat tetap waspada.

“Kami imbau kepada masyarakat, agar segera laporkan bila menemukan tanda-tanda keberadaan pelaku,” tambahnya.

Di tengah perburuan itu, polisi berhasil menemukan BM (17), anak pelaku, yang sebelumnya ikut hilang dan diduga dibawa kabur AS. Beruntung, BM ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Natal Menteri Nusron Serahkan Sertipikat untuk Gereja yang Berdiri sejak 1968

“Anaknya sudah ditemukan. Tidak disandera, tidak ditawan. Justru kalau tidak melarikan diri ke hutan kemungkinan ikut jadi korban,” tegas Kapolres.

Dari penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu sakit hati AS setelah bercerai dan mendengar kabar mantan istrinya hendak menikah lagi. Rasa dendam itu berubah menjadi amarah buta yang berujung maut.(Za)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!