HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Tradisi Tirakatan Meriahkan HUT ke-80 RI di Dukuh Santren Kudus

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Dukuh Santren RT 08 RW 02, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, kembali menggelar tradisi malam tirakatan. Acara berlangsung di halaman rumah Ketua RT 08, Miftahudin, pada Sabtu (17/8) malam hingga menjelang dini hari.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan Ketua RT. “Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh warga RT 08 tas kehadirannya di malam tirakatan ini,” ujar Miftahudin.

Baca Juga:  Jalan Padat, Polisi Sigap! Siswa SDN Bener 01 Kini Aman Menyeberang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, suasana tirakatan diwarnai dengan pembagian hadiah lomba yang sebelumnya digelar warga. Ada lomba makan biskuit, tiup gelas plastik, memasukkan pensil ke botol, hingga balap karung yang menjadi favorit bapak-bapak. “Semoga dari rangkaian kegiatan untuk menyambut HUT ke-80 RI ini, menjadikan warga RT 08 semakin kompak serta dapat maju bersama,” kata Miftahudin.

Baca Juga:  Demo Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Magelang Berakhir Ricuh, Sejumlah Fasilitas Umum dan Perkantoran Dirusak

Penilaian lomba dilakukan oleh Sekretaris RT, Novi Kusuma, bersama tokoh masyarakat Abdul Basit. Sorak-sorai penonton semakin riuh saat kelompok bapak-bapak tampil di arena. Salah satu peserta, Khudlori, menjadi perhatian berkat semangatnya. “Bukan soal menang atau kalah, tapi soal tawa dan kebersamaan warga, siap gaspol! 17an meriah,” ujarnya sambil tersenyum.

Memasuki pertengahan malam, warga semakin terhibur dengan lomba balap karung menggunakan helm yang menuntut peserta berputar tiga kali sebelum berlari. Gelak tawa pecah ketika beberapa peserta terjatuh namun tetap bersemangat menyelesaikan perlombaan.

Baca Juga:  Reog Ponorogo Meriahkan Karnaval HUT ke-80 RI di Sine

Dengan semangat gotong royong, malam tirakatan di Dukuh Santren tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam merawat persatuan sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana namun penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!