HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Speling Melesat Sambangi 15 Ribu Mahasiswa Baru Undip

Laporan: Andi Saputra

SEMARANG | HARIAN7.COM – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat (Melesat) yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk pertama kalinya hadir di lingkungan kampus. Sebanyak 15 ribu mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjadi sasaran layanan kesehatan ini.

“Speling kita hari ini menyasar ke kampus. Sebanyak 15 ribu mahasiswa diperiksa kesehatannya, oleh 20 tim yang kita terjunkan di Undip,” kata Luthfi usai meluncurkan program Speling Melesat dan meninjau kegiatan pemeriksaan kesehatan di Gedung Muladi Dome, Kampus Undip Semarang, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga:  Kakorlantas Tegas! Tak Ada Tempat bagi Oknum Nakal di Layanan Publik, Polantas Harus Dekat Dengan Masyarakat

Menurut Luthfi, Speling biasanya digelar di daerah yang jauh dari akses rumah sakit. Namun melalui Speling Melesat, layanan dibawa langsung ke mahasiswa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama Pemprov Jateng dengan perguruan tinggi.

Program Speling merupakan salah satu prioritas Luthfi untuk mendukung Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Presiden RI Prabowo Subianto. Hingga kini, sekitar 5,9 juta warga Jawa Tengah sudah terlayani pemeriksaan gratis tersebut. Layanan ini dinilai efektif untuk mendeteksi penyakit lebih dini, sehingga akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Campus Immigration Point Pertama di Indonesia Resmi Hadir di Undip

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menambahkan bahwa Undip menjadi kampus pertama yang disasar. Setelah itu, Speling Melesat akan hadir di 44 perguruan tinggi yang sudah bekerja sama, dan terbuka untuk kampus lain.

Baca Juga:  Turap Kali Baru 90 Persen Tertangani, Perbaikan Permanen Tunggu Lelang

“Pertama di Undip, nanti langsung ke perguruan tinggi yang lain. Ini pertama di Indonesia. Nanti disasar seluruh perguruan tinggi,” ujar Yunita.

Selain perguruan tinggi, layanan cek kesehatan juga menyasar sekolah dan seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya, kata Yunita, agar warga semakin sadar akan pentingnya mengetahui kondisi kesehatan mereka.(SAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!