HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dua Periode Kades Muda Ini Pimpin Masyarakat Tempuran, Selalu Tanamkan Nilai Gotong Royong Pada Warganya Walau Berbeda Keyakinan

 Penulis : Ratmaningsih

Kontributor: Temanggung

Priyanto, Kepala Desa Tempuran.

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Tempuran merupakan desa dengan penduduk yang menganut 3 agama yaitu Islam, Budha, dan Kristen, mayoritas penduduknya adalah petani, mengelola ladang dengan bercocok tanam sebagai penopang hidup, ujar Priyanto (42), Kepala Desa (Kades) muda ini membuka pembicaraan ketika disambangi Harian7.com di kantor Desa Tempuran, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Senin (6/11/2023).

“Kehidupan warga dalam keseharian mengedepankan sikap rukun tanpa melihat perbedaan agama. Saya selalu tekankan kepada perangkat desa agar aktif komunikasi dengan warga terlebih untuk melibatkan agama lain dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti acara tradisi dan budaya seperti nyadran, kesenian kuda lumping juga kerja bakti dusun kita lakukan bersama sama tanpa membedakan agama, selain itu ikut menjaga keamanan tempat ibadah agama lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Workshop Jurnalistik di SMP Negeri 2 Temanggung Membuka Peluang Karir bagi Siswa

Semenjak dirinya mulai menjabat kepala desa, setiap setahun sekali mengadakan sedekah bumi atau selamatan desa dan kita mengundang tokoh masyarakat tokoh dari masing-masing ketiga agama. Disitu diharapkan akan selalu tercipta kerukunan antar umat beragama. Bagaimanapun dalam kesehariannya mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Baca Juga:  Divonis Bebas Atas Tuduhan Kasus Asusila Terhadap Anak Tirinya, Tuyadi Menangis Bahagia

Setidaknya menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada masyarakat dengan mengajak mereka ikut andil dalam suatu perayaan agama sekalipun hanya terlibat dalam kepanitiaan, pengamanan, dan membantu supaya acara berjalan lancar. Begitulah cara yang diterapkan supaya tercipta kehidupan yang harmonis. 

“Peran Kades dan perangkat desa sangat penting apalagi desa ini memiliki masyarakat yang beragam walaupun kehidupannya sederhana. Dalam memimpin kita lakukan pelayanan yang sama tidak memandang agama manakala warga membutuhkan peran pemerintah desa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Belum Mahir Kemudikan Mobil, Tiga Pelajar SMA "Nyemplung Parit"

Dalam jabatannya yang kedua ini Priyatno berharap kepemimpinannya membawa kemajuan yang berarti untuk warganya, baik secara keagamaan, kehidupan sehari-hari juga pembangunan sarana dan prasarana desa bisa mencakup sesuai dengan harapan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!