HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Membangun Jawa Tengah dari Desa: Gubernur Luthfi Serap Aspirasi Warga Kendal

KENDAL | HARIAN7.COM – Di tengah malam yang hangat di Pendopo Kabupaten Kendal, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir bukan sekadar untuk berbicara, tetapi untuk mendengar. Dalam acara “Nongkrong Bareng dan Silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah”, Jumat (7/3/2025), Luthfi menegaskan bahwa masa depan Jawa Tengah berakar kuat pada potensi desa.

Baca Juga:  OTT KPK Menyergap Pati, Bupati Sudewo Tak Berkutik, Diamankan Diam-Diam

“Kami melihat dan mendengar langsung potensi yang ada di desa, kecamatan, dan kabupaten. Semua ini akan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan di tingkat provinsi. Kita bangun wilayah ini bersama-sama,” ungkapnya.

Baca Juga:  TMMD Sengkuyung Tahap II Resmi Dibuka! Bupati Bantul: “TMMD Bangun Desa, Teguhkan Kedaulatan Bangsa”

Potensi Desa: Dari Wisata hingga Pertanian

Menurut Luthfi, desa-desa di Jawa Tengah harus memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan sejalan dengan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sektor wisata, pertanian, hingga industri kreatif menjadi kunci yang harus digarap bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Semarak HUT RI ke-79, Kodim 0714/Salatiga Gelar Perlombaan Penuh Keceriaan

Kunjungan ini adalah bagian dari rangkaian safari ke-35 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada awal masa kepemimpinannya. Misinya jelas: menggali potensi dan memahami permasalahan langsung dari masyarakat, untuk kemudian merancang kebijakan yang tepat guna.

“Saya ingin mendengar apa saja yang harus saya lakukan dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga:  Proving Ground Bekasi Siap Beroperasi, Kemenhub Bidik Standar Global

Tantangan di Kendal: Pendidikan dan Lapangan Kerja

Di Kendal, salah satu isu yang mengemuka adalah ketidakseimbangan antara investasi dan serapan tenaga kerja lokal. Perwakilan Serikat Buruh dan Pekerja Kendal menyoroti perlunya pendidikan vokasi agar tenaga kerja asal Kendal bisa lebih kompetitif, terutama dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menarik banyak investasi.

Baca Juga:  Wapres Gibran Cek Bendungan Jragung, Pastikan Proyek Strategis Jalan Mulus

Luthfi menanggapi dengan optimisme. Ia mengakui bahwa lowongan kerja di wilayahnya masih banyak, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk masuk ke industri perlu ditingkatkan. Untuk itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan peningkatan pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga:  Patroli Skala Besar, Tiga Pilar Salatiga Kompak Jaga Kota dari Ancaman Anarkis

Dukungan untuk Pendidikan dan Guru Agama

Dalam pertemuan itu, Luthfi juga menerima banyak masukan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama terkait pendidikan karakter dan agama. Isu beasiswa untuk pengajar madrasah diniyah (madin) pun menjadi sorotan.

Baca Juga:  Gema Ramadan di Rutan Salatiga, Merajut Kehidupan Berlandaskan Al-Qur'an

“Beasiswa untuk pesantren dan pengajar agama sudah ada di bawah Biro Kesra Pemprov Jateng. Untuk guru madin, anggarannya sedang dihitung dan akan dikoordinasikan dengan pemkab,” jelasnya.(Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!