HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Membangun Jawa Tengah dari Desa: Gubernur Luthfi Serap Aspirasi Warga Kendal

KENDAL | HARIAN7.COM – Di tengah malam yang hangat di Pendopo Kabupaten Kendal, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir bukan sekadar untuk berbicara, tetapi untuk mendengar. Dalam acara “Nongkrong Bareng dan Silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah”, Jumat (7/3/2025), Luthfi menegaskan bahwa masa depan Jawa Tengah berakar kuat pada potensi desa.

Baca Juga:  Digitalisasi dan Transformasi Keimigrasian: Kebijakan Baru Izin Tinggal 2024 Disosialisasikan di Semarang

“Kami melihat dan mendengar langsung potensi yang ada di desa, kecamatan, dan kabupaten. Semua ini akan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan di tingkat provinsi. Kita bangun wilayah ini bersama-sama,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dalmas Polres Ngawi Ikuti Latkatpuan Bersama di Madiun

Potensi Desa: Dari Wisata hingga Pertanian

Menurut Luthfi, desa-desa di Jawa Tengah harus memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan sejalan dengan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sektor wisata, pertanian, hingga industri kreatif menjadi kunci yang harus digarap bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Tingkat Partisipasi Pemilih Meningkat, KPU Jepara Targetkan 100% untuk Pilkada 2024

Kunjungan ini adalah bagian dari rangkaian safari ke-35 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada awal masa kepemimpinannya. Misinya jelas: menggali potensi dan memahami permasalahan langsung dari masyarakat, untuk kemudian merancang kebijakan yang tepat guna.

“Saya ingin mendengar apa saja yang harus saya lakukan dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga:  Polres Sragen Perketat Pengamanan Jalur Tol, Ribuan Bonek Dikawal Menuju Jepara

Tantangan di Kendal: Pendidikan dan Lapangan Kerja

Di Kendal, salah satu isu yang mengemuka adalah ketidakseimbangan antara investasi dan serapan tenaga kerja lokal. Perwakilan Serikat Buruh dan Pekerja Kendal menyoroti perlunya pendidikan vokasi agar tenaga kerja asal Kendal bisa lebih kompetitif, terutama dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menarik banyak investasi.

Baca Juga:  Kurir Muda Dibekuk Satresnarkoba Sampang, Nyaris 1 Kg Sabu Siap Edar Disita

Luthfi menanggapi dengan optimisme. Ia mengakui bahwa lowongan kerja di wilayahnya masih banyak, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk masuk ke industri perlu ditingkatkan. Untuk itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan peningkatan pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga:  Celurit Dipesan Daring, Dua Pemesan Masih Anak-anak

Dukungan untuk Pendidikan dan Guru Agama

Dalam pertemuan itu, Luthfi juga menerima banyak masukan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama terkait pendidikan karakter dan agama. Isu beasiswa untuk pengajar madrasah diniyah (madin) pun menjadi sorotan.

Baca Juga:  Hangatnya Kebersamaan: Anak Yatim, Tukang Parkir, dan Petugas Kebersihan Berbuka Puasa Bersama Wabup Semarang

“Beasiswa untuk pesantren dan pengajar agama sudah ada di bawah Biro Kesra Pemprov Jateng. Untuk guru madin, anggarannya sedang dihitung dan akan dikoordinasikan dengan pemkab,” jelasnya.(Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!