HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Menuju New Normal , 200 ASN di Lingkup Pemkot Salatiga Jalani Rapid Test

ASN di Lingkup Pemkot Salatiga saat jalani rapid test.

Laporan: M.Nur

SALATIGA,harian7.com – Dinas Kesehatan Kota Salatiga  masih gencar melakukan rapid test atau tes cepat untuk memetakan sebaran Covid-19. Kali ini kurang lebih sebanyak 200 orang Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemkot Salatiga mengikuti rapid test, di halaman belakang, Kantor Pemkot setempat, Jumat (5/6/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga dr Zuraidah MKes kepada wartawan mengatakan, untuk sasaran yang mengikuti rapid test kali ini, para ASN yang berhubungan erat dengan masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Salatiga Gunakan Mobil Pribadi, Tak Pakai APBD untuk Kendaraan Dinas

“Jadi yang mengikuti rapid test kali ini bukan yang kontak erat dengan kasus positif Covid-19 sebelumnya, melainkan scranning mengetahui sejauh mana masalah di Salatiga,”katanya.

Dipaparkannya, rapid tes masif gelombang pertama ini diikuti oleh 140 orang dari Satpol PP, 50 orang lebih (ada tambahan)  dari BKD dan belasan dari OPD lainnya. Dari jumlah yang mengikuti rapid test DKK Salatiga menyiapkan alat rapid tes sebanyak 200-an lebih.

“Di adakanya rapid test  ini, dalam rangka Salatiga menuju New Normal Pemkot fokus kepada kasus. Dan sejauh ini, lini satu hingga bertahap telah dilakukan pemeriksaan,” ungkap  Zuraidah.

Baca Juga:  Tasyakuran HPN 2021, Bupati Semarang: "Kami Berharap Kerja Sama Dengan Insan Pers Terus Berlanjut Demi Kemajuan Daerah"

Dijelaskan Zuraidah, Disamping cara-cara tersebut tetap jalan di masing-masing Puskesmas, diakuinya, DKK juga diterjunkan melakukan scranning terhadap masyarakat umum serta ASN yang kontak langsung dengan masyarakat.

“Pada akhirnya semua juga akan mengikuti rapid tes diantaranya Gugus Tugas, TNI Polri. Pokoknya yang berkaitan seperti tukang parkir, ojol, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Baca Juga:  Nina Agustin: Koperasi Merah Putih Bisa Kolaborasi dengan Program MBG Presiden

Lanjut Zuraidah, Jika ditemukan reaktif, DKK akan segera menindaklanjuti dan melakukan tata laksana. Saat ini, kasus Covid-19 di Salatiga bisa dibilang berangsur turun.

“Semoga turun dengan sesungguhnya. Bukan tidak ada karena kita tidak melakukan pemeriksaan. Tapi kasus itu menggambarkan apa yang kita lakukan,”ucapnya.

Terkait diperpanjangnya tanggap darurat satu bulan di Kota Salatiga hingga 30 Juni mendatang, akan diisi dan melakukan kegiatan luar biasa.

“Protokol kesehatan lebih disiplin lagi, secara masif akan dilakukan pemeriksaan,” pungkas Zuraidah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!