HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Lawan Bumbung Kosong, Pilkada Ngawi Rawan Ajang Taruhan – Relawan: ‘Diharapkan Agar Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi’

Dwi Wibowo salah satu relawan pasangan calon Ony – Dwi.

Penulis: Budi Santoso | Kontributor Ngawi

Editor: Wahyu Widodo

NGAWI,harian7.com – Jelang Pilkada Serentak khususnya di Kabupaten Ngawi yang hanya ada satu calon kandidat yaitu pasangan Ony Awar SP MH dan Dwi Iriyanto Jatmiko, masyarakat diminta untuk menjaga kondusifitas wilayah. Demikian diungkapkan Dwi Wibowo salah satu relawan Ony – Dwi, saat ditemui harian7.com, Sabtu (14/11/2020).

Disampaikannya, terkait beredarnya desas desus dalam pilkada 9 Desember mendatang khususnya di Wilayah Kecamatan Sine yang menyebutkan jika rentan adanya ajang taruhan, maka dihimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.

Baca Juga:  Ngesti Tak Kuasa Menahan Haru Saat Mengetahui Gurunya Semasa SMP Menjadi Relawan Pemenanganya, Indra : 'Ngesti Itu Dari Keluarga Sederhana, Tapi Tekad dan Semangatnya Luar Biasa Sejak Dulu'

“Untuk mengantisipasi adanya desas desus untuk melawan kotak kosong yang menjadi ajang taruhan kususnya di Kecamatan Sine, maka dihimbau kepada warga masyarakat supaya tidak ada gesekan dan jangan ter provokasi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab,”tandas Dwi Wibowo.

Disampaikan Dwi, masyarakat punya hak demokrasi untuk memilih dan di pilih dalam menentukan calon pimimpin di kabupaten Ngawi.”Sudah kotak kosong bukan peserta Pilkada ,namun kelompok ini mulai mengkampanyekan dalam momen pilihan di desa sebagai ajang taruhan bergerak seperti siluman (sembunyi) bahkan ada yang terang terangan walaupun di tingkat RT atau per TPS,”terangnya.

Baca Juga:  Usai Sujud Syukur, Dengan Berlinang Air Mata Ngesti Peluk Istrinya

“Untuk itu kami harap, kesadaran bagi masyarakat ,boleh menentukan pilihannya masing masing tapi di harap untuk tidak sebagai ajang taruhan,”pungkasnya.

Sementara itu, Camat Sine Suharno ST MH  dan jajaran Polsek Sine  menegaskan jika warga ketauan memprovokasi untuk memilih yang indikasinya untuk pertaruhan maka akan ditindak tegas .

“Maka dari itu gunakanlah hak pilih masyarakat untuk memilih yang ada gambarnya walaupun bumbung kosong jika di pilih belum ada sanksi hukum dari KPU supaya menjadikan Kabupaten Ngawi kondusif dalam pelaksanaan Pilkada,”ungkapnya.

Baca Juga:  Ngebas Unggul Pada Pilkada Serentak 2020, DPC Partai Demokrat: 'Mari Bersatu Kembali Membawa Kab Semarang Lebih Maju'

Terpisah, TH salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya secara gamblang mengungkapkan, jika pemerintah kurang mensosialisikan ke masyarakat di tingkat bawah, sehingga masih banyak masyarakat yang kurang paham.

“Warga yo sak karepku Dewe milih kenek gak milih Yo kenek (Milih ya kena nggak milih ya kena semau saya – red),”ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!