HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bermodal Bantuan Dari PLN Peduli Rp 70 Juta, KOBUKA Desa Kalisidi Terus Berkembang Pesat

Laporan: Arie Budi | Kontributor Ungaran

UNGARAN,harian7.com – Desa Kalisidi Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Jawa Tengah, memanfaatkan hasil alam turun temurun untuk dijadikan bahan pokok pertumbuhan ekonomi di desa. Meski pandemi, keuntungan dari penjualan kopi yang sering disebut KOBUKA mencapai Rp 3 jutaan.

Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno Putra mengatakan, sebelumnya pengolahan kopi disana menggunakan mesin dengan kapasitas hanya 5 kilogram. Tentu membutuhkan 25 hari untuk menyelesaikan pesanan yang setiap bulan mencapai tiga kwintal.

Baca Juga:  Polsek Sine Adakan Giat Jum'at Curhat Bareng Perades dan Masyarakat

” Dulu 2017 dari desa dengan modal Rp 2,5 juta. Dapat satu mesin. Tahun 2019 ada bantuan modal dari PT PLN peduli desa Rp 70 juta. Dari situ kita semakin PD mengembangkan. Sebulan dapat Rp 3 jutaan. Benefit 20 persen dari penjualan, ” katanya saat ditemui awak media di kantor Desa Kalisidi.

Ia juga mengaku saat ini tengah mengurus perijinan untuk mendapatkan cap halal dari MUI dan BPOM. Namun karena pandemi pengurusan tersebut sedikit terhambat. Berlimpahnya hasil kopi, membuat Dimas dan warga Kalisidi melakukan variasi dari bahan baku tersebut. Saat ini pabrik yang dimiliki desa sedang mengembangkan parfum ruangan dengan aroma kopi.

Baca Juga:  Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Pesantren Kilat Ramadan, Andri: Bebaskan Warga Binaan Dari Buta Huruf Al Quran

 ” Ini sedang nggarap yang kopi saset. Kita kan juga punya pengusaha rumahan gula jawa, nanti kita kolaborasi. Ini masih menunggu verivikasi halalnya. Dan jika sudah teruji di BPOM lebih mudah menjual yang saset. Karena memang sasarannya warungan,” tambahnya.

Baca Juga:  ICI Jateng Soroti Pengerjaan Salah Satu Gedung di Puskesmas Cebongan dan Revitalisasi Rumah Produksi di Ledok, Akan Luncurkan Laporan ke APH Terkait Temuan Dugaan Menyimpang

KOBUKA sendiri 160 gram dibandrol hanya Rp 20.000. Pabrik olahan pun bisa dijadikan rujukan untuk belajar jenis kopi robusta. Saat ini pabrik sudah mempekerjakan tiga warga lokal, dan ratusan petani asli Kalisidi untuk di beli kopi kering.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!