Perkuat Ekonomi Santri, Gus Yasin Ajak SGN Kolaborasi Atasi Kemiskinan di Jawa Tengah
Laporan: Shodiq
SALATIGA, HARIAN7.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mendorong Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan 35 Pemerintah Kabupaten/Kota. Sinergi ini ditargetkan untuk menyasar empat sektor prioritas: kesehatan, pemberdayaan UMKM, sosial, dan pengentasan kemiskinan melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten.
Hal tersebut ditegaskan Gus Yasin dalam acara Halalbihalal SGN 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Agro Nur El-Falah, Pulutan, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026).
“Ke depan kita harus berkolaborasi untuk meningkatkan setidaknya empat sektor, yakni kesehatan, usaha menengah kecil, sosial, dan pengentasan kemiskinan. Kami siap memfasilitasi agar santri berperan aktif dalam program pemerintah,” ujar Gus Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Panglima/Ketua Umum SGN.
Ketua SGN Jawa Tengah KH. M. Chamzah Hasan (Gus Hamzah),menjelaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan ajang koordinasi program pemberdayaan santri. Salah satu fokus utamanya adalah penjaringan santri berprestasi untuk program kuliah di luar negeri yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.
“Pak Wagub berharap SGN bisa membantu merekrut calon mahasiswa dari kalangan santri untuk kuliah ke luar negeri. Ini program khusus yang akan dicover pemerintah,” kata Hamzah yang juga pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.
Selain pendidikan, SGN fokus pada kemandirian ekonomi. Saat ini, baru sekitar 50 persen dari 35 kabupaten/kota di Jateng yang memiliki unit usaha mandiri, mulai dari pertanian padi organik di Banyumas hingga budidaya singkong mentega di Salatiga untuk produk frozen food.
“Kami mendorong daerah yang belum punya unit usaha agar segera memulai. Ada dukungan dari pihak swasta untuk membantu cover modal dan pengembangan di kabupaten yang belum berjalan. Targetnya, seluruh wilayah punya unit usaha sendiri untuk pemberdayaan santri,” tambahnya.
Meski fokus di Jawa Tengah, organisasi yang berdiri sejak 2018 ini mulai melirik kancah nasional. Hamzah mengungkapkan adanya permintaan deklarasi dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Lampung. Namun, saat ini pihaknya masih mematangkan struktur di internal sebelum melakukan ekspansi nasional.(*)












Tinggalkan Balasan