Operasi Keselamatan Tak Cuma Tilang, Satlantas Salatiga Goda Pengendara dengan Nasi Jagung
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Pagi di sekitar Mako Satlantas Polres Salatiga, Jumat (06/02/2006), tak hanya diwarnai deru knalpot dan antrean pengurusan SIM. Aroma nasi jagung dan bubur kacang hijau ikut menyeruak, membuat pengendara melirik bukan karena razia, melainkan karena lapar.
Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Salatiga memilih jalur perut untuk menyapa warga lewat kegiatan Jumat Berkah. Menu yang disajikan tak main-main: nasi jagung lengkap lauk pauk, bubur kacang hijau, hingga aneka olahan makanan tradisional. Sasaran pembagian pun beragam, dari pengendara yang melintas, tukang ojek, warga sekitar, sampai pemohon SIM yang sejak pagi sudah pasang wajah serius.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta DS menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi juga membawa pesan keselamatan.
“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang berlangsung Operasi Keselamatan Candi 2026. Kami berharap masyarakat semakin tertib berlalu lintas sehingga dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” jelas AKP Henry.
Sambil menyodorkan bungkus makanan, personel Satlantas juga menyelipkan pesan klasik namun krusial: patuhi rambu, pakai helm standar, lengkapi surat kendaraan, dan jangan menantang nasib di jalan raya.
Bagi Muryanto, seorang pengemudi ojek online, Jumat Berkah ini terasa pas di hati dan perut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satlantas Polres Salatiga, khususnya kepada para pengemudi yang setiap hari akrab dengan panas aspal dan macet. Muryanto menyatakan kesiapannya ikut mendukung ketertiban berlalu lintas dan mengajak rekan-rekannya patuh aturan demi keselamatan bersama.
Warga yang menerima makanan tampak antusias. Senyum mengembang, obrolan mengalir, dan suasana kantor polisi mendadak terasa lebih cair. Selain membantu kebutuhan warga, kegiatan ini dinilai mampu mempererat hubungan Polri dan masyarakat.
Lewat Jumat Berkah, Polri ingin menunjukkan wajah lain penegakan hukum: bukan hanya peluit dan tilang, tetapi juga nasi hangat dan ajakan tertib yang disampaikan dengan cara bersahabat.












Tinggalkan Balasan