Songsong Era Inovasi, Gus Rosyid Nahkodai GP Ansor Salatiga Masa Bakti 2026–2030
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Aula Pondok Pesantren Al Falah, Sidomukti, Minggu (11/01/2026), menjadi saksi momentum penting bagi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Salatiga. Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-VII yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor itu berujung pada satu keputusan bulat: H. Abdul Rosyid, akrab disapa Gus Rosyid, terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Salatiga masa bakti 2026–2030 secara aklamasi.
Tak ada riak dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Dukungan mengalir penuh dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga Pimpinan Ranting. Aklamasi pun menjadi jalan sunyi yang mengantar Gus Rosyid ke kursi ketua, menandai babak baru kepemimpinan Ansor di Kota Toleran.
Ketua PC GP Ansor Salatiga periode 2022–2026, Fakhrustiqlal, menyebut Konfercab kali ini digelar lebih awal dari jadwal seharusnya. Langkah itu, kata dia, ditempuh melalui proses Pra-Konfercab yang dirancang matang dan terukur.
“Tujuan utama Konfercab ini adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban, pemilihan ketua baru, serta penyusunan program kerja strategis untuk periode empat tahun ke depan,” ujar Fahru.
Ia menegaskan, estafet kepemimpinan bukan soal figur semata. Yang lebih penting adalah keberlanjutan organisasi. “Siapapun yang meneruskan, lihatlah Ansor-nya, bukan sekadar figurnya, agar dapat diterima oleh semua lapisan,” tambahnya.
Nada kehati-hatian juga disampaikan Ketua Tanfidziah PCNU Kota Salatiga, K. Muslih. Ia mengingatkan, tantangan ke depan tak lagi sederhana. Kompleksitas zaman menuntut pemimpin yang koheren dalam berpikir dan konsisten dalam bertindak.
“GP Ansor adalah salah satu kekuatan utama dalam siasah Nahdlatul Ulama. Diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat antar badan otonom (Banom) agar perjuangan kita tetap selaras,” tegas K. Muslih.
Dari tingkat wilayah dan nasional, arahan datang dari Wasekjen Korwil 8 Jateng–DIY Pimpinan Pusat GP Ansor, Ibnu Ngakil. Ia memaparkan arah gerak organisasi melalui platform “BISA” yang digagas Ketua Umum PP GP Ansor, H. Addin Jauharuddin. Platform ini menjadi kompas baru Ansor dalam membaca zaman:
B (Bisnis & Ekonomi) untuk kemandirian kader,
I (Inovasi Teknologi & Media) sebagai respons atas dunia digital, dan
S (Sumber Daya Manusia) demi peningkatan kapasitas kader.
“Ketua terpilih harus mampu meneruskan prestasi yang sudah ada sekaligus menciptakan terobosan baru. Tantangan kita ke depan akan terus berkembang dalam berbagai bentuk,” pungkas Ibnu Ngakil.
Dengan Gus Rosyid di pucuk pimpinan, GP Ansor Salatiga kini menatap masa depan dengan satu harapan: menjadi motor penggerak pemuda yang inovatif, adaptif, dan tetap tegak menjaga marwah perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah dinamika zaman.(*)













Tinggalkan Balasan