HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sambut Ramadhan 2026, PERAK Kembali Gelar Momentum Seru di Lereng Telomoyo

Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Lereng Telomoyo kembali menjadi saksi perjumpaan hangat puluhan keluarga dari berbagai penjuru Tanah Air. Di tengah udara sejuk Camping Ground Boemisora Polobogo, Kabupaten Semarang, sebanyak 15 keluarga dengan total 65 peserta—mulai dari ayah, ibu, remaja hingga anak-anak—berkumpul dalam agenda tahunan PERAK 2026 (Perindu Ramadhan Keluarga 2026) yang berlangsung pada 16–18 Januari 2026.

Bukan sekadar kegiatan berkemah, PERAK dirancang sebagai ruang belajar dan bertumbuh bersama bagi keluarga untuk menyiapkan diri menyambut Ramadhan secara lebih sadar, hangat, dan bermakna. Tahun ini, tema “Good to Great” diusung sebagai benang merah seluruh rangkaian acara. Sebuah ajakan agar Ramadhan tidak berhenti pada praktik yang baik, tetapi menjadi proses transformasi yang lebih agung dan bermakna. Pesan itu digaungkan kuat melalui slogan, “Good is the enemy of Great.”

Pembina komunitas PERAK, Dodik Mariyanto, menyebut PERAK sebagai agenda yang selalu dinanti. Bagi Dodik, kekuatan acara ini terletak pada kebersamaan lintas keluarga dan lintas kota yang terbangun secara alami.

Baca Juga:  Kejagung Segera Lelang Aset Harvey Moeis dan Sandra Dewi

“Ketika seluruh keluarga hadir di PERAK sebagai satu keluarga, maka saat pulang nanti mereka membawa pulang satu keluarga besar,” ungkapnya.

Peserta PERAK 2026 datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Lampung, Gresik, Semarang, Salatiga, Solo, hingga Boyolali. Keberagaman latar belakang itu justru memperkaya pengalaman bersama, membangun jejaring lintas kota dan lintas generasi dengan tujuan yang sama.

“Ramadhan adalah ruang latihan karakter, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan proses menumbuhkan makna dalam setiap laku keluarga,” ungkap Dodik.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan diskusi bertema “Dari Keluarga ke Komunitas” yang dipantik oleh Septi Peni Wulandani, pendiri Institut Ibu Profesional (IIP). Dalam diskusi tersebut, peserta diajak melihat keluarga sebagai fondasi penting ekosistem sosial yang saling menguatkan.

Baca Juga:  Jaga Sinergitas, 38 Wartawan Pokja Kabupaten Semarang Ikuti Silaturrohmi yang Digelar Polres Semarang, Kapolres Sebut Pentingnya Peran Media dalam Menjaga Kondusifitas Wilayah

Memasuki hari kedua, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok besar: dewasa, remaja, dan anak-anak. Ketiganya mengulas tema yang sama, Good to Great, namun dengan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing.

Salah satu sesi yang menjadi perhatian adalah Child-Led Exploration, di mana peran belajar justru dipimpin oleh anak-anak. Orang tua diajak untuk mempercayai anak sebagai subjek pembelajaran, bukan sekadar objek pendampingan.

“Di hari kedua orang tua mengikuti sesi Child-Led Exploration, sebuah pengalaman belajar yang dipimpin oleh anak-anak. Dalam sesi ini, orang tua diajak untuk belajar mempercayai anak sebagai subjek pembelajaran, bukan sekadar objek pendampingan,” pungkas Dodik.

Malam harinya, suasana semakin hidup lewat sesi Class for Friends, salah satu sorotan utama PERAK 2026. Sebanyak sembilan peserta lintas usia berbagi pengetahuan dan pengalaman, mulai dari pembuatan board game keluarga, terapi pemaafan, public speaking anak, produksi lilin, hingga kisah menjalani Ramadhan di Inggris saat musim panas. Sesi ini menegaskan bahwa setiap individu adalah pembelajar sekaligus pengajar.

Baca Juga:  Kesejahteraan Terwujud, Cerminan Koperasi di Balik Seragam Biru

Pada hari terakhir, tongkat kepemimpinan sepenuhnya berada di tangan para remaja melalui Teens-Led Exploration. Mereka merancang dan memandu jelajah alam, menyusun proyek, membagi peran sebagai project leader dan support system, sekaligus memimpin seluruh peserta PERAK.

Keseluruhan rangkaian ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya Aziz, peserta asal Semarang.

“Perak adalah media tumbuh yang sehat bagi semua anak lintas usia, mereka menjadi memahami diri dan tentunya kami lebih memperhatikan untuk mempersiapkan Ramadhan,” ungkapnya.

PERAK 2026 pun menutup kegiatannya dengan satu pesan yang mengendap: Ramadhan bukan sekadar datang setiap tahun, tetapi perlu disambut dengan kesiapan hati, keluarga, dan makna yang terus ditumbuhkan bersama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!