Saat Direksi Semarang Zoo Dilantik, Isu Jual Beli Jabatan Kembali Muncul ke Permukaan
SEMARANG | HARIAN7.COM – Jabatan direksi BUMD hampir selalu datang bersama cerita sampingan. Ada yang berbisik soal lobi, ada pula yang mencurigai transaksi. Senin siang itu, di Balai Kota Semarang, Wali Kota Agustina Wilujeng memilih membuka pelantikan Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dengan satu pesan kunci: tak ada kursi yang diperjualbelikan.
Agustina melantik Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso sebagai Direktur PT Taman Satwa Semarang untuk masa jabatan 2025–2029. Di momen itulah ia sekaligus membantah isu yang belakangan beredar soal dugaan jual beli jabatan direksi BUMD.
“Di Kota Semarang, praktik jual beli jabatan tidak boleh ada, tidak terjadi, dan bahkan tidak untuk dipikirkan,” tegasnya.
Menurut Agustina, kehati-hatian justru menjadi sebab mengapa proses pengisian jabatan berlangsung lama. Pemerintah Kota Semarang, kata dia, memilih jalur seleksi yang tertib, profesional, dan transparan—meski tak selalu terlihat di ruang publik.
Direktur PT Taman Satwa Semarang dipandang sebagai posisi strategis. Semarang Zoo bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang edukasi dan konservasi yang membawa nama pemerintah daerah. Karena itu, proses seleksi melibatkan panitia dari luar serta lembaga independen dengan integritas dan keahlian.
“Kami memilih langkah yang tenang dan tertutup untuk hal-hal strategis agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Agustina menekankan seluruh pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Semarang diarahkan untuk kepentingan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan sumber daya manusia—bukan kepentingan personal atau kelompok.
Ia juga menitipkan sejumlah target kepada direktur baru Semarang Zoo: pengelolaan yang lebih profesional, peningkatan kesejahteraan satwa, penguatan fungsi edukasi dan konservasi, hingga pengembangan wahana ramah anak dan keluarga dengan konsep alami dan sederhana.
Sementara itu, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso datang dengan janji “naik kelas”. Ia menargetkan peningkatan penilaian dari Kementerian Kehutanan yang saat ini masih berada di peringkat C.
“Kami menargetkan peningkatan bertahap, dari C menjadi B, lalu A,” ujar Bimo. Fokusnya, kata dia, pada penguatan konservasi, edukasi, dan rekreasi, sekaligus pembenahan manajemen dan persiapan lonjakan pengunjung, terutama saat libur Lebaran.(Andi Saputra)











Tinggalkan Balasan