HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Hujan Ekstrem Mengancam Sawah, Gubernur Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

SURAKARTA | HARIAN7.COM – Hujan ekstrem yang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir mulai menebar ancaman serius bagi sektor pertanian. Risiko gagal panen mengintai, terutama di daerah-daerah yang terdampak banjir. Untuk melindungi petani dari kerugian lebih besar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepala daerah kabupaten/kota segera mengajukan asuransi gagal panen.

Arahan itu disampaikan Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026 yang digelar di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga:  Pengurus NU Ranting Sidomulyo Dilantik, Arief Prasetyo: "Pemuda NU Harus Menjadi Pelopor Pergerakan Ekonomi yang Agamis dan Nasionalis"

Dalam paparannya, Luthfi menyebut sejumlah daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir, di antaranya Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda tiga wilayah tersebut tak hanya merendam permukiman, tetapi juga menggenangi lahan pertanian warga.

Ia pun meminta pemerintah kabupaten setempat segera melaporkan luasan lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk proses pengurusan asuransi.

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya.

Baca Juga:  Lelaki Ditemukan Tewas di Kamar Mandi SPBU Soka, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Luthfi menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Meski demikian, dampaknya masih dapat ditekan melalui langkah mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Ia menekankan pentingnya penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota. Mulai dari kesiapan penetapan status darurat, pembentukan satuan tugas (satgas), hingga memastikan dukungan logistik dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Sebanyak 176 Calon Taruna Poltekip/Poltekim Jalani Tes Kesehatan

Menurutnya, target ketahanan pangan Jawa Tengah tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah provinsi semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi agar upaya tersebut berjalan efektif.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/ wali kota,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan ini merupakan bagian dari upaya Jawa Tengah untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2026. Salah satu target besarnya adalah produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).(Zin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!