HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kejari Boyolali Musnahkan Ribuan Barang Bukti, Didominasi Kasus Narkotika dan OHARDA

BOYOLALI | HARIAN7.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali menggelar pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong, Kecamatan Boyolali, Kamis (06/02/2025).

Baca Juga:  Pastikan Pemilu 2024 Aman, Kapolres Kunjungi KPU Ngawi

Acara ini dihadiri oleh Plt. Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Boyolali, Bony Facio Bandung, serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Puji Astuti.

Baca Juga:  How To Handle Every Buzz Challenge With Ease Using These Tips

Kepala Kejari Boyolali, Tri Anggoro Mukti, mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 60 perkara sepanjang tahun 2024, dengan total 7.965 item. Barang bukti tersebut meliputi narkotika, minuman keras, senjata tajam, serta perkara ketertiban umum dan tindak pidana lainnya.

Baca Juga:  Dikepung Enam Pria Misterius di Jalur Keluar Bandara Ahmad Yani, Satu Keluarga Nyaris Jadi Korban Aksi Premanisme

“Dari total barang rampasan, kasus narkotika mendominasi, diikuti minuman keras dan senjata tajam,” ujar Tri Anggoro Mukti.

Baca Juga:  Rampcheck Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Salatiga Pastikan Bus Laik Jalan

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2024, terdapat 215 perkara yang diajukan ke pengadilan, dengan jumlah eksekusi mencapai 242 perkara—lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya 211 perkara.

Baca Juga:  Selawat dan Canting: Harmoni Spiritual di Balik Batik Rifaiyah

Sepanjang Januari hingga Februari 2025, Kejari Boyolali telah menerima 19 perkara baru, dengan rincian KAMNEGTIBUM dan TPUL sebanyak 7 perkara, narkotika 3 perkara, serta OHARDA 9 perkara. Pada tahun 2024, OHARDA menjadi kasus paling menonjol dengan 91 perkara, disusul KAMNEGTIBUM dan TPUL sebanyak 81 perkara, serta narkotika 53 perkara.

Baca Juga:  Gala Dinner Pelajar Korea–Salatiga Hangat dan Penuh Apresiasi

Tri Anggoro Mukti menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam menekan angka kriminalitas. Ia juga menyatakan bahwa Kejari Boyolali kini tengah fokus mengawasi kasus yang melibatkan pelaku anak dan korban anak, yang cukup sering terjadi di wilayah tersebut.(Ais)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!