HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bupati Gandeng Pakar UGM Dalam Tim Investigasi PLTU

Cilacap, Harian7.com – Buntut dari aksi damai yang dilakukan warga Dusun Winong, Desa Slarang Kesugihan, Cilacap, pada Senin, (27/08/2018) lalu, Bupati Cilacap akhirnya membentuk tim investigasi dampak pembangunan PLTU Karangkandri, Cilacap.

Dalam tim tersebut, Bupati Cilacap menggandeng pakar dari Universtias Gadjah Mada, demikian dikatakan Asisten  Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekda Cilacap, Dian Setyabudi, Rabu (5/9) kemarin.

“SK (surat keputusan) tim investigasi wedang disiapkan bupati, dan kita akan menggandeng pakar dari UGM karena yang dipermasalahkan terkait air dan udara, maka kita menggandeng pakar yang berkaitan,” katanya.

Baca Juga:  Kasad & Ketua Persit KCK Bantu Anak Yatim Piatu Melalui Danrem 071/ Wijayakusuma Banyumas

Selain pakar, jelasnya kita juga akan melibatkan pemerintah, yakni dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tim investigasi ini akan segera turun ke lapangan apabila SK sudah disahkan oleh bupati, dan diperkirakan akan dilakukan pada minggu depan atau dua minggu berikutnya.

Baca Juga:  Polisi Amankan Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Kopeng

“Kita nanti lakukan rapat persiapan, dan melakukan pengecekan di lapangan, untuk mengetahui kebenaran yang disampaikan oleh masyarakat. Apa betul adanya pembangunan PLTU, pasokan air menjadi kurang. Secara faktual saat ini juga dalam kondisi kering, dimana-mana kelangkaan air. Kalau memang itu terjadi di daerah Winong bisa diteliti. Apa betul air di sana kekeringan karena dampak dari pembangunan PLTU,” katanya.

Baca Juga:  Wamen ATR/Waka BPN Beri Orasi Ilmiah Ajak Wisudawan UMM untuk Terus Belajar

Hal sama juga dilakukan terkait dengan pencemaran udara yang terjadi di sekitar warga. Hasilnya, kata dia nanti akan dibahas  bersama untuk menghasilkan jalan keluar.

“Bagaimana masyarakat yang kena dampak ini mendapatkan jalan keluar. Misalkan kekurangan air, maka PLTU kan punya CSR, misalnya menyalurkan PDAM, atau dibantu dengan  mesin bor dan dipasang toren, atau bagaimana,” pungkasnya. (Rusmono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!