HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Salatiga Kembali Jadi Kota Paling Toleran, Konsistensi Kolaborasi Jadi Kunci

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Kota Salatiga kembali menegaskan posisinya sebagai kota paling toleran di Indonesia setelah meraih peringkat pertama dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis SETARA Institute.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam peluncuran IKT 2025 di Ballroom Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (22/4/2026), yang dihadiri Wali Kota Salatiga Robby Hernawan bersama jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam penilaian terhadap 94 kota di Indonesia, Salatiga mencatat skor tertinggi yakni 6,492. Capaian ini memperpanjang rekam jejak konsistensi kota tersebut dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Baca Juga:  Kosgoro 1957 Gelar Baksos di Karangsari Dengan Bagikan Paket Sembako.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menegaskan bahwa indeks tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah kolaborasi luas lintas elemen masyarakat.

“Toleransi tidak bisa berdiri sendiri. Ia ditopang kepemimpinan politik, birokrasi, dan sosial yang berjalan beriringan,” ujarnya.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif masyarakat yang sejak lama menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Dua Ular Sanca Kembang Ditangkap Warga di Salatiga dalam Seminggu, Diduga Jadi Penyebab Hilangnya Ayam

“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi seluruh masyarakat Salatiga. Toleransi harus dibangun dari hati yang tulus untuk saling menghargai dan hidup damai dalam keberagaman,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB dan seluruh elemen masyarakat yang dinilai berperan aktif menjaga kerukunan antarumat beragama di kota tersebut.

Baca Juga:  Menakar Salatiga BEDA dalam Mewujudkan Visi Kota Salatiga

Sejak pertama kali diterbitkan pada 2015, Indeks Kota Toleran menjadi tolok ukur perkembangan praktik toleransi di berbagai daerah. Studi tahun ini merupakan edisi ke-9 yang secara berkelanjutan memantau dinamika, capaian, serta tantangan dalam menjaga kehidupan yang inklusif di Indonesia.

Dengan capaian terbaru ini, Salatiga dinilai tidak hanya mempertahankan predikat, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai rujukan praktik baik dalam membangun kota yang harmonis di tengah kemajemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!