Senyum Pemudik Pecah di Terminal Tingkir, 5 Bus Mudik Gratis Antar 250 Warga Salatiga Pulang Kampung
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Suasana Terminal Tingkir, Kota Salatiga, mendadak hangat, Senin (16/3/2026). Lambaian tangan dan senyum sumringah para pemudik pecah saat rombongan bus mudik gratis tiba dari Jakarta.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, turun langsung menyambut warganya yang pulang kampung. Kehadirannya didampingi jajaran pejabat daerah, mulai dari Penjabat Sekretaris Daerah hingga Kepala Terminal Tingkir dan Ketua Baznas Kota Salatiga.
Menurut Robby, penyambutan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang menempuh perjalanan jauh demi merayakan Idulfitri bersama keluarga.
“Semoga selama berada di kampung halaman dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan. Kami juga berharap masyarakat dapat ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan berbelanja di Salatiga,” ujarnya.
Tahun ini, program mudik gratis mengangkut sekitar 250 pemudik asal Salatiga dari Jakarta. Mereka diberangkatkan menggunakan lima armada bus hasil kolaborasi berbagai pihak.
Kepala Terminal Tipe A Tingkir, Vicky Chandra Yanuar, menegaskan sinergi tersebut menjadi kunci suksesnya program ini.
“Pemerintah Kota Salatiga bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” kata Vicky kepada harian7.com.
Ia merinci, lima armada yang disiapkan terdiri dari dua bus milik Pemerintah Kota Salatiga, dua bus dari Bank Jateng, dan satu bus dari Jasa Raharja.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran,” jelasnya.
Tak hanya pemudik, kepedulian juga menyasar warga sekitar terminal. Wali Kota bersama Baznas Kota Salatiga turut membagikan bantuan beras kepada para pedagang asongan, menambah hangat suasana penyambutan.
Di sisi lain, kebahagiaan terpancar dari para pemudik. Rasnaf, salah satu penumpang, mengaku perjalanan sejak subuh terasa menyenangkan.
Perjalanan mudik sejak subuh berlangsung seru dan nyaman tanpa kendala berarti, katanya.
Hal senada disampaikan Aan. Ia merasa program mudik gratis sangat membantu dan berharap bisa terus digelar di masa mendatang.
Program ini diharapkan tak hanya mempermudah mobilitas warga perantauan, tetapi juga mempererat kebersamaan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal selama momentum Lebaran di Kota Salatiga.(*)













Tinggalkan Balasan