HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Video Komplain MBG Viral, Fraksi PDI Perjuangan Sidak SPPG, Soal Jeruk Disebut Tak Layak, DPRD Minta SOP Diperketat

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Video komplain terkait kualitas buah dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) beredar di media sosial dan memicu perhatian publik. Rekaman berdurasi 5 menit 2 detik itu menampilkan seorang kepala sekolah dasar yang memprotes kondisi jeruk yang diterima siswa karena dinilai tidak layak konsumsi.

Menindaklanjuti hal tersebut, tiga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga, yakni Alexander Joko S, Bagas Aryanto, dan Laurens Adrians, melakukan inspeksi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Sawahan, Kecandran, Minggu (1/3/2026). Mereka diterima Ketua SPPG Sarah bersama ahli gizi Fathur.

Baca Juga:  Dua Pejabat Sragen Turun Tahta, Ada Apa di Balik Mutasi Akhir Tahun?

Bagas Aryanto menjelaskan, video yang beredar merupakan rekaman yang diambil pada Selasa (24/2/2026). Ia menyatakan persoalan kualitas jeruk telah diselesaikan pada hari yang sama melalui komunikasi antara pihak sekolah dan pengelola SPPG.

“Memang ada beberapa buah yang kemungkinan lolos sortir. Namun itu sudah diselesaikan pada hari itu juga. Setelah itu, pelaksanaan MBG sudah berjalan baik,” ujar Bagas kepada wartawan.

Ia menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses penyortiran bahan pangan lebih ketat. Fraksi PDI Perjuangan meminta seluruh SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin guna mencegah kejadian serupa.

Baca Juga:  Jejak Korupsi APBDes Plumbon: Uang Titipan Rp 124 Juta Diserahkan ke Kejaksaan

“Jangan sampai terulang lagi. Ke depan harus lebih baik karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” katanya.

Program MBG merupakan agenda pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa. Di Salatiga, distribusi makanan dikoordinasikan melalui SPPG di sejumlah titik. Pengawasan kualitas bahan baku, terutama komoditas segar seperti buah, menjadi aspek penting dalam pelaksanaannya.

Fathur menyatakan setiap bahan makanan yang masuk melalui proses sortir sebelum didistribusikan. Namun dalam jumlah besar, potensi adanya buah yang kurang sempurna tetap ada. “Kami akan memperketat pengecekan dan meningkatkan kontrol kualitas,” ujarnya.

Baca Juga:  Pokdarkamtibmas Kota Tegal Resmi Dikukuhkan

Kepala SD Dukuh 05, Jumarti, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan persoalan telah diselesaikan secara langsung dengan pihak SPPG pada hari yang sama.

“Itu direkam untuk kepentingan internal. Saya tidak tahu siapa yang menyebar,” kata Jumarti.

Menurutnya, sejak kejadian itu, kualitas distribusi MBG sudah membaik dan tidak ditemukan lagi masalah serupa.

Fraksi PDI Perjuangan menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai standar dan tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!