Dikepung Enam Pria Misterius di Jalur Keluar Bandara Ahmad Yani, Satu Keluarga Nyaris Jadi Korban Aksi Premanisme
SEMARANG | HARIAN7.COM – Sebuah video yang merekam aksi pencegatan terhadap sebuah mobil di kawasan keluar Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, viral di media sosial, Jumat, 20 Februari 2026. Rekaman itu memperlihatkan detik-detik mencekam ketika sebuah kendaraan dikepung enam orang tak dikenal di jalur menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Video yang diunggah melalui Instagram tersebut menampilkan suara seorang pria yang diduga berada di dalam mobil. Dengan nada tegang, ia menceritakan mobilnya dihadang dan diblokade.
“Ada orang 6 lebih, saya dikepung. Satu depan, dua belakang memblokir jalan saya. Saya tidak tahu apa maksudnya, mereka memaksa saya keluar sambil menggedor kaca,” kata pengunggah.
Dari rekaman yang beredar, insiden bermula ketika mobil korban tiba-tiba dipepet oleh tiga mobil sekaligus. Satu kendaraan menutup akses di bagian depan, sementara dua lainnya mengunci pergerakan dari belakang. Situasi berlangsung cepat, seolah telah dirancang.
Sedikitnya enam pria turun dari kendaraan mereka. Mereka langsung mengerumuni mobil korban. Kaca jendela digedor-gedor. Pintu dicoba dibuka paksa. Tekanan diarahkan agar pengemudi dan seluruh penumpang keluar dari dalam mobil.
Di balik kaca yang diguncang itu, bukan hanya seorang pria yang berada di kursi kemudi. Istri, anak, serta kedua mertuanya ikut berada di dalam kendaraan. Kepanikan nyaris pecah. Namun pengemudi memilih bertahan. Ia tak terpancing emosi. Mobil tetap terkunci.
Beralasan menuruti kemauan para pelaku, korban tetap berada di dalam kendaraan demi keselamatan keluarganya. Di tengah kepungan, ia segera menghubungi polisi.
Diduga menyadari aparat telah dihubungi, para pelaku mendadak membubarkan diri. Mereka kembali ke mobil masing-masing dan melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.
“Syukur saya, istri, anak saya, dan kedua mertua saya baik-baik saja. Sebelum polisi datang, preman-preman ini sudah pergi sendiri,” lanjut keterangan korban.
Aksi yang terjadi di kawasan strategis pintu keluar bandara itu menambah daftar panjang dugaan premanisme jalanan di ruang publik. Hingga kini, belum diketahui motif pencegatan tersebut maupun identitas para pelaku. Polisi disebut tengah melakukan penelusuran berdasarkan rekaman video yang beredar.(Yis)












Tinggalkan Balasan