HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ciblon Kalitaman, Tradisi Bersih Diri dan Pesan Jaga Alam Menjelang Ramadan

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Ratusan warga Kota Salatiga mengikuti Gebyar Padusan dan Ciblon di Kolam Renang Kalitaman, Rabu pagi (18/02/2026). Tradisi ini digelar untuk melestarikan budaya sekaligus menyambut bulan Ramadan. Kegiatan dibuka Wali Kota bersama jajaran Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, kepala OPD, dan tamu undangan.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan makna filosofis padusan.

“Padusan ini merupakan warisan budaya Jawa yang mana filosofinya membersihkan diri baik lahir maupun batin menjelang atau untuk melakukan ibadah di bulan Ramadan,” kata dr. Robby.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Warga Binaan Bersama Petugas Rutan Salatiga Bersih Makam dan Mushola

“Menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana budaya tradisional ini bisa berkembang berdampingan dengan kemajuan zaman,” ujar dr. Robby.

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., mengingatkan pentingnya relasi spiritual dan ekologis.

“Kami mengimbau kepada rekan-rekan sekalian, kiranya bagaimana kita menjadikan bulan Ramadan itu sebagai bagian bukan saja untuk membangun keimanan pribadi, tapi juga hubungan dengan Tuhan dan orang lain termasuk alam di sekitarnya,” kata Dance Ishak Palit.

“Jaga tempat ini, karena ini menjadi bagian dari kehidupan, bukan hanya untuk masyarakat Kalitaman tapi juga untuk masyarakat Kota Salatiga,” tegas Dance Ishak Palit.

Baca Juga:  Buka Posko Pengaduan, Korban Koperasi BLN Mulai Bersuara, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, Henni Mulyani, SE, MAP, MA., melaporkan Kalitaman sebagai potensi wisata sejarah dan rekreasi.

“Jumlah pengunjung pada 2025 sebanyak 73.971 orang,” kata Henni Mulyani.

“Pada bulan Januari tahun 2026 kemarin sudah ada 7.253 pengunjung dengan kunjungan dari mancanegara sebanyak 32 orang,” ujar Henni Mulyani.

“Pagi ini tercatat ada 257 orang yang telah berkunjung,” tambah Henni Mulyani.

Ketua Paguyuban sekaligus Ketua Panitia, Suryanto, menyebut padusan rutin digelar di Kali Wedok dan Kali Gedong yang dikenal sebagai Kalitaman.

Baca Juga:  Apresiasi Arab Saudi untuk Haji 2025: Indonesia Fokus pada Layanan Inovatif

“Warga menyelenggarakan tradisi padusan di beberapa lokasi, yaitu Kali Wedok dan Kali Gedong yang terkenal dengan sebutan Kalitaman,” kata Suryanto.

“Kami juga mempunyai budaya seni lokal yaitu ciblon atau kombinasi seni tari dan musik di air,” ujar Suryanto.

Tradisi padusan dilakukan dengan mengambil air dari tujuh mata air di sekitar Kalitaman sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki Ramadan. Acara dimeriahkan Tari Gumbregeg Tirta Kalitaman, Rebana Nababa dari Pancuran, serta PAMDI Kota Salatiga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!