Derby, Debu, dan Topi Koboi: Jateng Derby 2026 Jadi Piknik Sportainment Jelang Ramadhan
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Deru kaki kuda membelah siang di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026). Ratusan kuda berpacu dalam gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 yang dibuka lewat Jateng Derby 2026. Arena tak hanya dipenuhi aroma kompetisi, tetapi juga tawa keluarga yang datang membawa tikar, kamera, dan rasa penasaran.
Ajang ini menjelma jadi wahana wisata dadakan menjelang Ramadhan. Tribun dan tepian lintasan sesak. Anak-anak berlarian, orang tua sibuk mengabadikan momen, sebagian lain larut menyaksikan adu cepat kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah.
Wahyu, penonton asal Semarang, datang bersama keluarganya. Ia tak ingin melewatkan tontonan yang jarang digelar.
“Pacuan kuda atau balapan ini kan termasuk tontonan langka, karena itu saat tahu ada informasi pacuan, saya mengajak keluarga menonton,” ungkapnya.
Bagi keluarganya, ini bukan sekadar tontonan, tapi pengalaman pertama.
“Ini pengalaman pertama nonton pacuan kuda, pada senang. Bahkan ini tadi anak saya juga meminta dibelikan topi model koboi karena banyak yang memakai,” kata Wahyu.
Topi koboi pun jadi aksesori paling laris siang itu, simbol kecil dari euforia yang menular cepat di antara penonton.
Menurut Saeful, pacuan kuda di Tegalwaton terasa ramah bagi keluarga. “Tidak ada tiket masuk, cukup membayar parkir saja. Jadi ya tidak memberatkan,” ujarnya.
Tak berhenti di arena pacuan, ia dan keluarganya melanjutkan agenda akhir pekan ke Wahana Wisata Air Senjoyo yang letaknya berdekatan.
“Sekalian karena tempatnya berdekatan, di Senjoyo juga ramai karena jelang Ramadhan banyak juga yang padusan,” paparnya.
Di balik riuhnya arena, panitia tersenyum lega. VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan Van Houten menyebut seri pembuka ini sebagai kombinasi olahraga dan hiburan, sportainment yang dikemas lebih segar.
“Penonton kurang lebih 25.000 orang dari berbagai daerah, cuaca juga mendukung sehingga antusiasme cukup baik,” ujarnya.
Tak hanya adu cepat di lintasan, panggung hiburan pun disiapkan. Kevin mengungkapkan kejutan yang membuat arena makin bergemuruh.
“Dalam seri yang pertama ini kami mengundang Ndarboy, sebagai komentator dan nanti menyanyi untuk menghibur semua yang ada di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton,” kata Kevin.
Antusiasme yang membuncah di luar dugaan membuat penyelenggara optimistis. Derby pembuka ini seolah menjadi pemantik popularitas IHR di panggung olahraga hiburan nasional.
“Ini sungguh di luar ekspetasi kami, kuda yang berlaga semua tampil maksimal, penonton ramai, entertainment juga disambut meriah. Ini menjadikan Indonesia’s Horse Racing (IHR) semakin dikenal masyarakat luas,” kata Kevin.
Di Tegalwaton, pacuan kuda tak lagi sekadar lomba. Ia berubah menjadi pesta rakyat, tempat olahraga, hiburan, dan wisata keluarga berbaur dalam satu lintasan.(*)












Tinggalkan Balasan