Jepang Ngebet Juara, Iran Bawa Nostalgia: Grup Neraka AFC Futsal Asian Cup Mulai Panas di Jakarta
Editor: Muhamad Nuraeni
SPORT | HARIAN7.COM – Panggung AFC Futsal Asian Cup 2026 di Jakarta mulai beraroma panas. Belum bola digulirkan, tensi persaingan sudah terasa dari ruang konferensi pers. Dua raksasa Asia, Jepang dan Iran, datang bukan sekadar numpang lewat. Targetnya jelas: angkat trofi.
Indonesia Arena, Selasa (27/1/2026), menjadi saksi bagaimana para pelatih dari Grup C dan Grup D saling lempar sinyal perang. Jepang, Uzbekistan, Tajikistan, dan Australia menghuni Grup C. Sementara Iran harus berjibaku dengan Afganistan, Arab Saudi, dan Malaysia di Grup D. Tak ada grup santai. Semuanya siap bikin kejutan.
Pelatih Jepang, Kensuke Takahashi, tampil percaya diri. Kembali ke Indonesia rupanya menambah suntikan motivasi. Namun, nostalgia tak membuat fokusnya buyar. Target juara sudah dipancang sejak awal.
“Target kami adalah juara dan saya sangat senang bisa kembali ke sini. Kami sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama untuk menghadapi laga pertama melawan Australia,” tegas Kensuke.
Ucapan itu langsung memberi tekanan pada Australia. Pelatih Futsalroos, Miles Downie, tak menampik Jepang adalah lawan berat di laga pembuka. Tapi ia memastikan timnya datang bukan sebagai figuran.
“Kondisi di sini sangat baik. Kami sudah tidak sabar untuk bermain melawan Jepang. Kami tahu mereka salah satu tim terkuat, tetapi kami akan memberikan penampilan terbaik,” ujar Miles.
Di balik sorotan Jepang–Australia, duel Asia Tengah juga tak kalah menggoda. Uzbekistan dan Tajikistan siap saling jegal demi membuka jalan ke fase berikutnya. Pelatih Uzbekistan, Nodir Elibaev, menyebut Tajikistan sebagai ancaman serius.
“Tajikistan adalah lawan yang sangat sulit karena kualitas mereka. Tapi kami akan berusaha keras untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.
Tajikistan pun tak datang dengan kepala tertunduk. Pelatih Pairav Vohidov menegaskan timnya sudah siap tempur.
“Kami sudah melakukan persiapan matang di sini. Kami siap memberikan performa terbaik dan berharap hasilnya sesuai target,” kata Pairav.
Sementara itu, sorotan terbesar di Grup D mengarah ke Iran. Bukan hanya karena status juara langganan, tetapi juga karena sosok pelatihnya, Vahid Shamsaee, legenda hidup futsal dunia. Jakarta punya tempat khusus dalam perjalanan kariernya.
“24 tahun lalu saya berada di Jakarta sebagai pemain. Sekarang saya kembali bersama tim dengan peran berbeda, tetapi tujuannya tetap sama, untuk menang. Ini grup yang tidak mudah, tetapi kami optimistis,” ujar Vahid.
Grup ini juga menjadi panggung pembuktian Afganistan. Pelatih Majid Mortezaei menegaskan futsal kini menjadi kebanggaan negaranya.
“Ini kesempatan kedua kami tampil di AFC Futsal Asian Cup. Sekarang futsal menjadi olahraga terbaik di negara kami. Grup ini memang kuat, tetapi semua tim pasti bermain untuk menang,” tutur Majid.
Arab Saudi dan Malaysia pun tak mau sekadar jadi pelengkap. Pelatih Arab Saudi, Andreu Alvarez, menyebut Grup D sebagai medan ujian sesungguhnya. Hal senada diungkap pelatih Malaysia, Addie Azwan.
“Ini grup yang cukup kuat. Kami harus bersaing dengan tim berkualitas, tetapi kami yakin bisa lolos ke babak berikutnya,” kata Andreu.
“Persaingan tidak akan mudah, tetapi kami datang untuk bermain sebaik mungkin. Semua tim ingin menang di setiap pertandingan,” pungkas Addie Azwan.
Dengan laga Grup A dan B sudah lebih dulu bergulir, kini giliran Grup C dan D yang siap menyedot perhatian. Indonesia Arena dan Jakarta International Velodrome bakal jadi panggung adu gengsi futsal Asia. Siapa terpeleset, siapa melesat, semuanya akan terjawab di lapangan.(Jez)











Tinggalkan Balasan