HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Elon Musk Buru Otak-Otak Jenius AI, xAI Buka Posisi “Talent Engineer” Bergaji hingga Rp 4 Miliar

BISNIS | HARIAN7.COM – Ambisi Elon Musk di dunia kecerdasan buatan makin terang benderang. Melalui xAI, perusahaan AI miliknya, Musk membuka lowongan kerja yang bikin heboh Silicon Valley: talent engineer. Posisi ini bukan perekrut biasa, melainkan pemburu talenta AI kelas elite dengan pendekatan teknologi tingkat tinggi.

Berbeda dari peran human resources konvensional, talent engineer diproyeksikan membangun sistem dan alat teknis untuk menemukan, menilai, hingga menarik insinyur AI terbaik dunia. xAI menyebut posisi ini akan menjadi bagian dari tim kecil dan eksklusif yang bertugas mempercepat perekrutan seiring ekspansi agresif perusahaan.

Baca Juga:  GrasiaCare Gandeng SJ Vibe, Tingkatkan Kemudahan Akses Layanan Medis ke Korea bagi Warga Indonesia

Dalam kualifikasinya, xAI menegaskan pelamar tak harus menulis kode setiap hari. Namun, kecakapan teknis tetap wajib. Kandidat harus mampu menilai kemampuan rekayasa dan gagasan teknis pelamar lain, termasuk lewat pendekatan yang disebut vibe coding, cara menilai kecocokan ide dan intuisi teknis di luar sekadar baris kode.

Proses perekrutan pun digarap dari hulu ke hilir. Mulai dari rujukan internal, menghadiri acara teknis niche, menggelar hackathon, hingga membangun jaringan di komunitas spesialis AI. Semua dilakukan untuk memastikan hanya talenta terbaik yang masuk radar xAI.

Baca Juga:  Dikepung Enam Pria Misterius di Jalur Keluar Bandara Ahmad Yani, Satu Keluarga Nyaris Jadi Korban Aksi Premanisme

Soal bayaran, xAI tak main-main. Perusahaan menawarkan gaji US$ 120.000 hingga US$ 240.000 per tahun, setara sekitar Rp 1,8 miliar hingga Rp 4 miliar, ditambah benefit kelas atas seperti ekuitas perusahaan, perlindungan kesehatan, dan program pensiun. Posisi ini berbasis di Palo Alto, California, dan disebut-sebut akan bertanggung jawab langsung kepada Elon Musk.

Baca Juga:  Polres Ngawi Bongkar Penyelundupan 7 Ton Pupuk Bersubsidi, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Langkah xAI ini mencerminkan panasnya persaingan global memburu talenta AI. Google, Meta, hingga OpenAI dikenal berani menggelontorkan insentif jumbo bahkan mengakuisisi satu tim penuh. Namun xAI memilih jalur berbeda: membangun mesin perekrutan internal berbasis teknologi, alih-alih sekadar adu tebal kompensasi uang tunai.

Di tengah perang talenta AI dunia, satu hal jelas: Elon Musk tak ingin kalah langkah.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!