Jembatan Gantung Tak Lagi Layak, PUPR Depok Dorong Percepatan Jembatan Orange Cilodong–Cipayung
DEPOK |HARIAN7.COM – Ketergantungan warga Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Cipayung pada jembatan gantung sempit kian menimbulkan persoalan serius. Selain rawan keselamatan, akses tersebut dinilai tidak lagi mampu menunjang mobilitas masyarakat yang terus meningkat, sehingga pembangunan Jembatan Orange disebut sebagai kebutuhan mendesak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok menilai jembatan eksisting sudah melampaui batas fungsionalnya. Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat aktivitas harian warga, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan keadaan darurat karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Sebagai langkah awal, PUPR Kota Depok kini melakukan survei kelayakan dan kajian pendahuluan guna menyiapkan perencanaan pembangunan Jembatan Orange. Kajian ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan daerah agar tersedia akses penghubung yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan saat ini proses masih berada pada tahap perencanaan awal dan belum masuk ke tahap penganggaran.
“Sekarang masih survei kelayakan dan kajian awal. Untuk tahun ini memang belum tersedia anggarannya,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Citra menjelaskan, jembatan gantung yang ada tidak lagi mampu mengakomodasi volume dan kebutuhan lalu lintas warga. Selain berdampak pada efisiensi waktu tempuh, kondisi tersebut berisiko menyulitkan akses kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran.
“Pimpinan mengharapkan jembatan yang ke depan dapat dilalui kendaraan roda empat, tidak hanya sepeda motor, agar konektivitas antarwilayah lebih lancar dan aman,” jelasnya.
Saat ini, PUPR Depok tengah mengkaji sejumlah alternatif pembangunan, mulai dari aspek teknis konstruksi, metode pelaksanaan, hingga estimasi kebutuhan anggaran. Seluruh opsi disusun secara menyeluruh untuk menjadi bahan pertimbangan pimpinan daerah dalam menetapkan prioritas pembangunan infrastruktur.
“Masih kami kaji rencana tersebut. Ada beberapa opsi yang akan kami sampaikan kepada pimpinan berikut estimasi kebutuhannya,” tambah Citra.
Meski tingkat urgensinya tinggi, pembangunan fisik Jembatan Orange belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan karena belum masuk dalam pagu anggaran. Namun demikian, kajian yang tengah disusun diharapkan mampu mempercepat proses perencanaan sehingga pembangunan dapat diwujudkan pada tahun berikutnya.
Citra menegaskan, perencanaan Jembatan Orange tidak hanya berfokus pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan mobilitas jangka panjang masyarakat. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat konektivitas wilayah, mendukung pelayanan publik, serta mengimbangi pertumbuhan aktivitas warga di Cilodong dan Cipayung.
“Hasil kajian ini akan menjadi dasar pimpinan dalam menentukan prioritas pembangunan. Kami ingin memastikan setiap opsi yang disiapkan benar-benar matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.(Yopi)













Tinggalkan Balasan