Rutan Salatiga Dorong Pembinaan Iman Warga Binaan lewat Program Kerohanian
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus menguatkan pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan. Sejumlah program kerohanian digelar untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan para warga binaan dari berbagai latar belakang agama.
Warga binaan yang beragama Islam, Kristen, maupun Katolik mengikuti kegiatan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan bimbingan dan pendampingan petugas Rutan Salatiga.
Program ibadah tersebut menjadi bagian dari pembinaan khusus yang diberikan kepada seluruh narapidana. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal kehidupan ke depan.
“Melalui program kerohanian ini, kami tanamkan nilai – nilai agamis pada warga binaan dan salah satu langkah untuk meningkatkan keimanan para warga binaan,” ujar Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi, Sabtu (03/01).
Anton menjelaskan, pihaknya memberikan ruang dan waktu bagi warga binaan Muslim maupun Kristen Katolik untuk beribadah dan berdoa secara rutin. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus refleksi atas kesalahan di masa lalu.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata kami memberikan bekal untuk mereka mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dan sarana memohon ampunan atas kesalahan dimasa lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan rohani menjadi salah satu program unggulan Rutan Salatiga. Selain memperkuat spiritualitas, pembinaan ini diharapkan mampu menekan angka pengulangan tindak pidana.
“Program pembinaan rohani ini merupakan program unggulan selain untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi dengan keimanan dan nilai agama yang mereka dapatkan kami harapkan dapat meminimalisir pengulangan tindak pidana,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Salatiga tidak hanya mengandalkan pembinaan internal. Lembaga ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Kementerian Agama Kota Salatiga, pondok pesantren, yayasan keagamaan, serta gereja-gereja dan lembaga terkait lainnya.













Tinggalkan Balasan