Analis Sebut Sepanjang 2025 Pembuktian Menteri Imipas Berhasil Benahi Lapas dan Berdayakan WBP
Jurnalis : Ilham
JAKARTA | HARIAN7.COM – Kinerja kementerian imigrasi dan pemasyarakatan (Kemenimipas) dibawah kepemimpinan Menteri Imipas, Jenderal Pol (Purn), Drs. Agus Andrianto, SH., M.H mendapat apresiasi dari publik, masyarakat, hingga kalangan pengamat.
Apresiasi itu disampaikan atas beberapa catatan penting capaian kinerja, dan dedikasi Menteri Imipas beserta jajarannya pada masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada saat refleksi akhir tahun 2025 Kemenimipas, Senin (29/12/2025) lalu, dalam agenda bertema β1 Tahun Transformasi Kemenimipas PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel”.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, Kinerja dan capaian kementerian imigrasi dan pemasyarakatan (Kemenimipas) dibawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto sepanjang tahun 2025 kini semakin menunjukkan wajah baru transformasi imgirasi dan kemasyarakatan serta komitmen tinggi terhadap pembenahan, peningkatan dan memperkuat lapas-lapas di seluruh Indonesia, serta komitmen dalam memberdayakan warga binaan dari berbagai karya dan kreatifitas.
“Hal ini dibuktikan dengan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Kemenimipas) mengalami lonjakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Tercatat nilai PNBP melonjak sebesar Rp. 10,4 triliun dari sektor Imigrasi,” ujar Nasky dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, pada Sabtu (03/01/2026).
Selain itu, Nasky menyebut arah transformasi kemenimipas sepanjang 2025 dalam pelaksanaan 13 program akselerasi dinilai menjadi fondasi pembenahan layanan imigrasi dan pemasyarakatan.
Sedangkan disisi lain, Alumnus indef school of political economy Jakarta itu, menguraikan beberapa catatan penting atas capian dan keberhasilan Kemenimipas disepanjang 2025.
“Pertama, Di bidang keimigrasian, sejumlah capaian strategis berhasil ditorehkan sepanjang 2025. Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil membentuk 18 Kantor Imigrasi baru sebagai langkah memperluas jangkauan layanan publik sekaligus memperkuat fungsi pengawasan orang asing di berbagai daerah,” kata Nasky.
Kedua, Kebijakan inovatif juga diwujudkan melalui peluncuran Global Citizenship of Indonesia (GCI), yang memberikan izin tinggal tak terbatas bagi warga negara asing (WNA) yang memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.
“Ketiga, Kemenimipas mengimplementasikan Aplikasi All Indonesia, sistem deklarasi kedatangan penumpang internasional terpadu yang mengintegrasikan layanan keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina di seluruh bandara serta pelabuhan internasional,” lanjutnya.
Keempat, Kontribusi Kemenimipas terhadap perekonomian nasional juga tercermin dari peningkatan nilai investasi Golden Visa yang mencapai Rp.48,29 triliun pada Desember 2025, meningkat 39,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kelima, Dibidang pemasyarakatan, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat capaian penting melalui lima practical arrangement Transfer of Sentenced Person (TSP) dengan sejumlah negara sepanjang 2024-2025,” urai Nasky.
“Selanjutnya, Seluruh kantor imigrasi di Indonesia juga kini telah menerapkan paspor elektronik (e-Paspor) 100 persen, serta mengimplementasikan layanan Makkah Route dan Immigration Seamless Process bagi jemaah haji, umrah, dan penyandang disabilitas,” sambungnya.
“Sementara itu, kata NPT sapaan akrabnya, Dari aspek pengawasan, Kemenimipas juga telah menggencarkan operasi wira waspada di berbagai wilayah strategis serta membentuk Satuan Tugas Patroli Imigrasi sebagai leading sector pengawasan orang asing, baik di kawasan wisata maupun wilayah industri dan pertambangan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Founder Nasky Milenial Center menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan refleksi akhir tahun (RAT) Kemenimipas 2025 yang dipimpin Menteri Agus Andrianto. Ia menilai agenda tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kemenimipas kepada publik sekaligus wujud transparansi dan evaluasi kinerja.
“Menurutnya, RAT Kemenimipas menjadi sarana penting dalam menyampaikan capaian kinerja, evaluasi, serta tantangan sistem layanan imigrasi dan pemasyarakatan yang dihadapi ke depan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa refleksi akhir tahun Kemenimipas merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menegaskan komitmen Kemenimipas sebagai institusi negara yang bekerja untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,β tambahnya.
Namun demikian, capaian ini harus dimaknai sebagai amanah rakyat yang mendorong Kemenimipas untuk terus meningkatkan arah transformasi kemenimipas PRIMA; profesionalitas, responsif, integritas, modern, dan akuntabel.
Di akhir keterangannya, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kita berharap arah transformasi kemenimilas PRIMA yang digagas Menteri Imipas, Agus Andrianto dapat diwujudkan secara nyata oleh seluruh jajaran kemenimipas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
βHal itu harus tercermin melalui pelayanan publik yang humanis, penegakan hukum yang berkeadilan, serta keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari iklim demokrasi yang sehat,β tutupnya. (*)












Tinggalkan Balasan