Clumpring Lestarikan Kearifan Lokal, Podcast Baru Angkat Cerita Kuliner Pasar Papringan
Laporan : Ratmaningsih
TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Upaya pelestarian nilai lokal di Pasar Papringan kini hadir dalam format berbeda. Podcast Clumpring atau cerita kuliner Papringan resmi diproduksi dan dirilis oleh Gabriella Stevie Euodia Priyono, mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), sebagai bagian dari karya tugas akhir program Social Impact Initiative (SII).
“Diproduksi di Dusun Ngadiprono, Kedu, Temanggung, podcast ini menghadirkan 7 episode audiovisual yang membahas kuliner, nilai, dan sejarah Pasar Papringan, sebuah proyek revitalisasi desa di bawah naungan Spedagi Movement. Hadirnya Clumpring menjadi medium edukasi bagi publik yang selama ini hanya datang ke pasar Papringan untuk menikmati makanan, namun belum memahami cerita, filosofi, dan perjalanan di baliknya,” ujar Gabriella Stevie Euodia Priyono di sela aktivitasnya di Pasar Papringan, Kedu, Temanggung, Sabtu (29/11/2025).
Gabriella menjelaskan bahwa Episode 1 Podcast Clumpring menampilkan Yudhi Setiawan sebagai narasumber dalam pembahasan kurasi kuliner Pasar Papringan. Nama Clumpring diambil dari bagian pelepah bambu pada pangkal ruas bambu yang dalam praktik Pasar Papringan digunakan sebagai papan menu dan harga, sebagai penegasan kedekatan pasar dengan bambu, alam, dan nilai lokalitas.
Podcast ini menyajikan kisah para pelapak, penggerak pasar, kurator kuliner, hingga ahli nutrisi melalui format audiovisual. Episode pertama menghadirkan Yudhi Setiawan, kurator kuliner Pasar Papringan, yang membahas proses kurasi kuliner berdasarkan prinsip 3L: Lokal, Lezat, Lestari, dengan seluruh hidangan dibuat tanpa gluten, tanpa MSG, tanpa pewarna buatan, dan tanpa bahan kimia.
Episode lain menghadirkan Hardian Eko Nurseto, yang menyoroti nutrisi dan antropologi gastronomi. “Dari sisi antropologi gastronomi, Pasar Papringan menunjukkan nilai kesinambungan antara hidangan lezat yang disajikan, interaksi antara penjual dan pembeli, hingga suasana alam yang menjadi pelengkap,” jelas Hardian Eko Nurseto, atau Seto.
Podcast Clumpring juga menampilkan generasi muda yang terlibat dalam pengolahan potensi lokal, salah satunya Prono Coffee oleh Adit dan Chandra, yang mengupas kekhasan minuman berbasis bambu. Episode terakhir bertajuk “Cerita Masa Depan Pasar Papringan” menghadirkan Wening Lastri, yang membahas harapan keberlanjutan pasar.
Pasar Papringan sendiri dikenal sebagai pasar bambu yang tumbuh dari proyek revitalisasi hutan bambu terbengkalai menjadi ruang ekonomi dan budaya berkelanjutan. Dengan pelarangan plastik dan mendorong penggunaan bahan alami, pasar ini berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Gabriella menegaskan tujuan produksi podcast tersebut.
“Clumpring dibuat untuk melestarikan cerita kuliner Papringan yang selama ini hanya tersimpan di dapur para pelapak. Semoga podcast ini membuat orang datang tidak hanya untuk makan, tetapi untuk belajar tentang nilai lokal dan keberlanjutan.” pungkasnya.













Tinggalkan Balasan