Melalui Pengobatan Alternatif, Mantep Sudarsono Baktikan Hidupnya Untuk Warga Masyarakat yang Menderita Berbagai Penyakit Tanpa Mau Menerima Upah
![]() |
| Mantep Sudarsono di ruang prakteknya ketika melakukan pengobatan kepada pasien. |
MAGELANG | HARIAN7.COM – Sejak beberapa tahun lalu, praktek pengobatan alternatif yang dilakukan Mantep Sudarsono warga Dusun Gumelem Kulon, Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang selalu dibanjiri pasien dari berbagai daerah khususnya di kabupaten magelang hingga luar kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Surabaya maupun Kalimantan, Sumatera dll.
Penanganan yang dilakukan yaitu dengan metode penggabungan pijat dan metafisika. Hal ini sangat membantu warga masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan kesembuhan atas penyakitnya.
Kebanyakan pasien yang datang karena menderita penyakit yang berhubungan dengan syaraf, Pembuluh darah dan penyakit dalam seperti Asam Lambung, Maag, Kista, Usus Buntu, Epilepsi, Kangker serta penyakit Mata dan Ketergantungan Obat.
Kegiatan ini selalu dilakukan setelah Maghrib karena Mantep Sudarsono saat ini masih aktif sebagai seorang ASN yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan.
“Bagi para pasien, disini tidak dipungut biaya, tidak diminta membeli obat serta tidak perlu membawa sarat apapun. Hal ini murni kami lakukan semata-mata untuk membantu sesama. Mengenai kesembuhan itu atas kehendak Tuhan YME, Namun sewajibnya kita secara bersama-sama berusaha,” ungkapnya.
![]() |
| Puluhan pasien ketika menunggu antrean untuk mendapatkan pengobatan. |
Untuk mengampu puluhan pasien setiap harinya, Ki Mantep (Panggilan akrabnya) dibantu beberapa tenaga sukarela yang telah diberikan bimbingan secara matang olehnya.
Malam ini ada sedikitnya sekitar 35 (Tiga puluh lima) orang pasien, salah satunya adalah Mujiati (47) warga Tempuran Magelang yang mendatangi lokasi praktek Ki Mantep pada, Minggu malam (17/12/2023) mengatakan, Dirinya juga datang untuk meminta pengobatan atas sakit yang dideritanya.
“Sebelumnya anak saya yang berada di Jakarta juga menderita sakit, dengan cara online atau Video Call anak saya diobati dari sini, Alhamdulillah kini sudah sembuh,” tuturnya.














Tinggalkan Balasan