HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Senggol Pohon di JLS Salatiga, Muatan Peti Kemas Truk Terlepas

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Senin malam, 19 Januari 2026. Insiden tersebut melibatkan satu unit truk kontainer yang tengah melintas di jalur tersebut.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga mengatakan, truk Nissan kontainer bernomor polisi B-9532-UU yang dikemudikan Gatot Triyono, 56 tahun, warga Dempel Barat, Sawah Besar, Semarang, melaju dari arah Blotongan menuju Cebongan. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengambil jalur terlalu ke kiri.

Baca Juga:  Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Resmi Dilantik, Awal Baru Kepemimpinan Jawa Tengah

“Hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara dan keterangan saksi menyebutkan, truk menyenggol ranting pohon di tepi jalan. Benturan tersebut menyebabkan peti kemas yang diangkut terlepas dari bak kendaraan, sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas tunggal,”jelasnya.

Baca Juga:  Siap Mundur Jika Program Tidak Tercapai: Sinoeng Siapkan Bantuan Rp 20 Juta untuk Setiap RT

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga, AKP Henry Sulistyanta memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun akibat kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp5.000.000,-, (Lima juta rupiah)” jelasnya.

Petugas Satlantas Polres Salatiga yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, penanganan tempat kejadian perkara, serta pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi gangguan lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Nasib Seorang Pelakor! Ia Dibunuh dan Dimutilasi Oleh Kekasih Gelapnya

Kasatlantas Polres Salatiga mengingatkan para pengemudi, khususnya angkutan barang, untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta mengamankan muatan dengan baik sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini diperlukan guna meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya, tutup AKBP Henry Sulistyanta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!