Jalur Vital Salatiga-Kedungjati Bertahun-tahun ‘Akrab’ Tambal Sulam, Warga Keluhkan Status Jalan Tak Kunjung Permanen
Laporan : Shodiq
KABUPATEN SEMARANG | HARIAN7. COM – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Salatiga menuju Kedungjati, tepatnya mulai dari wilayah Karanglo, Bringin, Bojong, hingga Gemah, terus menuai keluhan dari pengguna jalan dan warga setempat. Pasalnya, selama bertahun-tahun jalur vital ini dinilai hanya mendapatkan penanganan “darurat” berupa tambal sulam tanpa adanya pembangunan konstruksi yang permanen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jum’at(9/1/2026), permukaan jalan di sepanjang rute tersebut tampak tidak rata. Lubang-lubang yang telah ditutup dengan aspal baru seringkali kembali mengelupas, terutama saat memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, jalur Karanglo-Gemah sering dijuluki ‘wisata’ jeglongan sewu oleh warga.
“Setiap tahun ya begini saja, ditambal lalu rusak lagi. Belum ada satu bulan biasanya sudah muncul lubang baru di samping tambalan lama. Kami seperti hanya diberi janji pemeliharaan, bukan pembangunan jalan yang benar-benar kokoh,” ujar salah satu warga Bringin yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kondisi ini tidak hanya menghambat laju perekonomian warga yang bergantung pada jalur distribusi logistik, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara roda dua kerap terperosok atau tergelincir saat mencoba menghindari gundukan aspal hasil tambalan yang tidak rata. Aspal tambalan dinilai tak kuat menahan beban dan cuaca.
Warga menilai, volume kendaraan yang melintas—termasuk truk bermuatan berat—seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah untuk melakukan peningkatan jalan dengan sistem betonisasi atau pengaspalan ulang secara menyeluruh (overlay), bukan sekadar menutup lubang.
“Kalau cuma ditambal, itu boros anggaran menurut saya. Karena dalam hitungan bulan rusak lagi. Kami berharap di tahun 2026 ini ada perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi untuk membangun jalan ini secara permanen agar akses masyarakat lancar dan aman,” tambah warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Agung Tri, Staff teknik BPJ Wilayah Semarang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng menjelaskan bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan memang masih sebatas pemeliharaan rutin.
“Untuk ruas Salatiga-Kedungjati memang menyisakan kurang lebih 2,5 km yang masih kondisi jelek. Pekerjaan yang saat ini dilakukan memang masih sebatas pemeliharaan rutin supaya jalan masih bisa dilewati,” ungkap Agung kepada harian7. com, Jum’at (9/1/2026)
Namun, Agung memastikan bahwa di anggaran tahun ini rencananya akan ada paket peningkatan lagi berupa overlay 2 lapis dan pelebaran jalan dengan target 1 km, dimulai dari pertigaan Karanglo (km 55+500).
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di wilayah Karanglo hingga Gemah serta pengguna jalan masih menanti realisasi perbaikan infrastruktur yang lebih representatif guna menunjang mobilitas antarwilayah di Kabupaten Semarang tersebut.(*)













Tinggalkan Balasan