Setelah Enam Jam Pencarian, Pendaki Remaja Hilang di Gunung Muria Ditemukan Selamat
Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Enam jam pencarian tanpa henti di tengah hujan dan kabut tebal berakhir bahagia. Seorang pendaki remaja, Reno Setiawan (15), ditemukan selamat oleh tim gabungan di Jalur Puncak 29 Gunung Muria, Kudus, Senin (3/11/2025) dini hari.
Momen penyelamatan berlangsung dramatis dan penuh haru. Reno sebelumnya dinyatakan hilang sejak Minggu sore setelah terpisah dari rombongan pendaki lain.
Remaja asal Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati itu mendaki bersama tiga rekannya melalui jalur Tempur, Jepara, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka sempat mencapai puncak sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, Reno memutuskan turun lebih dulu seorang diri, sementara tiga temannya menyusul kemudian.
Ketika ketiga temannya tiba di basecamp pukul 17.00 WIB, Reno tak juga terlihat. Petugas basecamp memastikan namanya belum tercatat turun, hingga laporan kehilangan dilayangkan ke BPBD Jepara pada pukul 19.00 WIB.
Tim gabungan dari BPBD Jepara, BPBD Kudus, BPBD Pati, Basarnas Pos SAR Jepara, Sarda Jateng, Destana Rahtawu, dan Destana Tempur langsung bergerak malam itu juga. Penyisiran dilakukan di sepanjang jalur pendakian. Namun, hingga pukul 01.00 WIB, hasilnya masih nihil. Cuaca buruk dan minim penerangan membuat pencarian sempat dihentikan sementara.
Koordinasi lintas wilayah terus dilakukan, mengingat kemungkinan Reno tersesat ke arah jalur Rahtawu, Kudus. BPBD Kudus segera mengerahkan tim tambahan dari Destana Rahtawu untuk memperluas area pencarian.
Sekitar pukul 05.52 WIB, tim penyisir akhirnya mendeteksi keberadaan Reno di sekitar Pos 4 Jalur Pendakian Puncak 29. Empat menit kemudian, tepat pukul 05.56 WIB, Reno berhasil dievakuasi dalam kondisi lelah namun selamat. Seluruh tim disambut lega dan bersyukur atas akhir bahagia tersebut. Operasi pencarian resmi ditutup pukul 06.00 WIB.
Petugas BPBD Kudus mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab saat mendaki gunung, terutama di musim hujan. Mereka menyoroti tren pendakian demi konten media sosial yang kerap membuat pendaki muda abai terhadap keselamatan.
“Edukasi keselamatan perlu diperkuat, agar pendakian tidak hanya demi konten FOMO atau tantangan TikTok, tapi benar-benar memahami risiko di lapangan,” ujar perwakilan tim siaga BPBD Kudus.
Kepala Pelaksana BPBD Kudus memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
“Mulai dari pendataan, penyisiran, dokumentasi, hingga pelaporan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Ini bukti sinergi antardaerah berjalan efektif,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan menemukan Reno dalam waktu singkat menjadi bukti soliditas dan koordinasi lintas daerah yang baik antara lembaga dan relawan.











Tinggalkan Balasan