HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Aktivis HMI Desak Kapolda Sumut Usut Tuntas Teror Terhadap Irham Buana Nasution

Jurnalis : Ilham

JAKARTA, Harian7.com – Insiden pelemparan batu terhadap mobil anggota DPRD Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, menuai kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Salah satunya datang dari Benny Hasibuan, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk teror politik yang membahayakan demokrasi dan keselamatan pejabat publik yang kritis terhadap penyimpangan di lapangan.

“Ini bukan sekadar pengrusakan properti atau kriminal jalanan biasa. Ini adalah bentuk intimidasi terhadap suara rakyat yang disampaikan lewat institusi demokratis,” ujar Benny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/07/2025).

Menurut Benny, Irham Buana dikenal sebagai salah satu anggota DPRD yang vokal mengkritisi persoalan pelik di Sumatera Utara, mulai dari dugaan mafia tanah, premanisme, hingga persoalan narkoba di kawasan pelabuhan. Serangannya di kawasan Belawan pada Selasa (08/07/2025) sore patut diduga bukan kejadian acak, melainkan terencana.

Baca Juga:  Nadiem Diperiksa 12 Jam Terkait Laptop Chromebook: Kejagung Dalami Dugaan Pemufakatan Jahat

“Saya mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan pada aparat penegak hukum karena melihat kasus seperti ini dibiarkan mengambang tanpa kejelasan,” tegas Benny.

Benny menekankan bahwa ancaman terhadap anggota dewan adalah ancaman terhadap seluruh warga negara. Ia menilai, apabila seorang pejabat publik bisa diteror secara terbuka, maka rakyat kecil bisa lebih mudah diintimidasi dalam diam.

Baca Juga:  Dua Mantan Pegawai BSI Tersandung Kasus KUR Fiktif, Negara Rugi Rp4,8 Miliar

“Kalau seorang legislator bisa dilempari batu di siang hari bolong, bagaimana dengan aktivis atau warga yang berani bersuara di desa-desa? Ini menjadi sinyal bahaya bagi demokrasi kita,” ujarnya.

Sebagai aktivis HMI, Benny juga mendorong Kapolda untuk membentuk tim gabungan lintas satuan—dari siber, intelijen, hingga kriminal umum—untuk menelusuri jejak pelaku yang kabarnya menggunakan sepeda motor tanpa plat. Termasuk membuka rekaman CCTV serta menelusuri potensi aktor intelektual di balik kejadian tersebut.

Baca Juga:  Pembangunan RSUD, Arah Baru Kesehatan dan Kesejahteraan Bagi Kabupaten Semarang Bagian Selatan

“Kami di HMI tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Jika diperlukan, HMI akan menggerakkan solidaritas nasional bersama elemen mahasiswa lainnya untuk memastikan pelaku dan dalangnya diadili,” imbuhnya.

Benny berharap Kapolda Sumut memanfaatkan momentum ini untuk membuktikan bahwa institusi kepolisian berpihak pada kebenaran dan tidak tunduk pada tekanan kekuatan gelap.

“Kapolda harus berani mengambil sikap. Jangan biarkan rasa aman publik dikorbankan. Kami akan terus mendesak dan memastikan kasus ini menjadi pelajaran bahwa hukum tidak boleh kalah oleh kekerasan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

SPORT

error: Content is protected !!