HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA


Ribuan Personel Polrestabes Semarang Dilibatkan Jadi Polisi RW

Polrestabes Semarang saat menggelar acara pembentukan polisi RW, Selasa (9/5/2023). 

SEMARANG | HARIAN7.COM – Sebanyak 1.349 personel Polrestabes Semarang membentuk polisi RW yang disebar untuk melekat pada level tingkat RW yang ada di Kota Semarang, di Lapangan Prastisara Wirya, Selasa (9/5/2023). 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan gagasan pembentukan Polisi RW ini adalah melalui program Kapolri yang bertujuan untuk mengoptimalkan interaksi petugas Kepolisian agar lebih interaktif dan lebih mendekatkan lagi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Memasuki Tahun Politik 2019, ASN Harus Netral dan Tidak Mudah Terbawa Dalam Politik Praktis

Secara rinci Irwan menambahkan, tugas Polisi RW di Kota Semarang, di antaranya melakukan interaksi yang konsisten dengan masyarakat untuk membangun good impression,

“Mendengarkan menampung menerima dan berempati terhadap kepada seluruh keluh kesah dan harapan di tingkat RW, jadi habis ini kawan-kawan ini melakukan belanja masalah di lingkungan RW masing-masing,” ujarnya. 

Baca Juga:  Spanyol U-17 Raih Kemenangan Dramatis Atas Jepang, Lolos ke Babak Berikutnya

Menurutnya, Kinerja Polisi RW diharapkan juga bisa menambah kolaborasi dengan tiga pilar yang ada di kota Semarang dalam hal ini kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada pada wilayah masing-masing.

Irwan menuturkan, Berkaitan dengan Polisi RW di Kota Semarang terdapat kentongan digital yang berguna untuk mengkominikasikan atau forum diskusi ditingkat RW, sehingga personel yang bertugas sebagai Polisi RW tersebut masuk dalam grub komunikasi dalam fitur kenongan digital untuk menampung dan memecahkan permasalahan bersama-sama dengan warga.

Baca Juga:  Kenakan Pakaian Adat Nasional, WBP dan Petugas Rutan Salatiga Ikuti Upacara Bendera HUT ke-78 RI

“Diharapkan untuk kentongan digital ini di unduh satu penghuni rumah tangga, dimana melalui fitur kentongan digital bisa digunakan warga kota Semarang sebagai sarana menyampaikan dengan cepat informasi kepada aparat pemerintah manakala ada permasalahn yang perlu kita selesaikan oleh kita Bersama,”pungkasnya.(Andi Saputra) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!