HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Aroma Duren di Pinggir PG Rendeng, Rezeki Musiman Slamet yang Tak Pernah Putus

Laporan: Tambah Santoso | Editor: Muhamad Nuraeni

KUDUS | HARIAN7.COM – Setiap musim duren tiba, sisi timur PG Rendeng di sepanjang Jalan Raya Kudus–Pati seolah memiliki penanda tersendiri. Aroma khas buah berduri itu menguar, mengundang siapa pun yang melintas untuk melambatkan kendaraan. Di titik itu, sebuah mobil pickup berisi tumpukan duren hampir tak pernah sepi pembeli.

Di balik lapak sederhana tersebut, Slamet Purnomo (45) menggantungkan hidupnya selama lebih dari sepuluh tahun. Pria asal Kabupaten Demak yang kini menetap di Desa Gondoharum, Kabupaten Kudus, ini tekun menekuni usaha penjualan buah musiman. Setiap hari, sejak pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, ia melayani pembeli yang datang silih berganti, terutama para pencinta duren.

Baca Juga:  Pemkab Boyolali Tanam 11.700 Pohon untuk Perkuat Konservasi Air

Duren menjadi komoditas andalan yang paling banyak diburu. Namun Slamet tak sepenuhnya bergantung pada satu jenis buah. Saat musim duren berakhir, lapaknya tetap berdenyut dengan menjual buah lain seperti mangga dan jambu air khas Demak.

“Intinya ikut musim saja. Kalau durennya habis, ya jual buah yang lagi ada,” ujar Slamet sambil memilihkan duren untuk pembeli, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga:  Tak Bisa Bayar Utang, Rumah Dieksekusi

Keteguhan Slamet membuahkan hasil yang tak main-main. Dalam sehari, omzet penjualan bisa mencapai jutaan rupiah. Pada momen tertentu seperti libur Natal dan Tahun Baru, pendapatannya bahkan mampu menembus angka Rp11 juta per hari. Sementara di hari biasa, omzet berkisar Rp7 juta.

Harga duren yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp250 ribu per buah, bergantung ukuran dan kualitas. Duren-duren tersebut didatangkan langsung dari sejumlah daerah penghasil, seperti Jepara dan Tuntang, Salatiga.

Lapak Slamet bukan hanya magnet bagi pembeli baru, tetapi juga mampu menjaga pelanggan setia. Rizal, salah satu pelanggan, mengaku hampir selalu datang setiap musim duren tiba.

Baca Juga:  Duh! Perempuan Muda Jadi Korban Penusukan Misterius di Salatiga Saat Antar Teman, Begini Kronologinya

“Setiap musim duren saya sering ke sini. Rasanya enak, pilihannya juga banyak,” kata Rizal, yang telah menjadi pelanggan setia selama tiga tahun terakhir.

Konsistensi dan kerja keras Slamet selama bertahun-tahun menjadi gambaran bahwa rezeki tak selalu datang dari tempat megah. Dari lapak sederhana di pinggir jalan, dengan ketekunan dan kejujuran, usaha kecil mampu menopang kehidupan dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!