HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Angka Kriminalitas Semarang Turun Drastis di 2025, Polrestabes Selesaikan 1.771 Perkara

Editor : Shodiq

SEMARANG | HARIAN7.COM – Polrestabes Semarang mencatatkan capaian positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun, angka kriminalitas di Ibu Kota Jawa Tengah ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Syahduddi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.819 gangguan kamtibmas. Jumlah ini menurun tajam dibandingkan angka pada tahun 2024, mencakup penurunan pada tindak pidana konvensional seperti pembunuhan, pencurian, hingga penipuan.

“Situasi kamtibmas di Kota Semarang sepanjang 2025 relatif aman dan kondusif. Angka kriminalitas menurun cukup signifikan berkat kerja keras seluruh jajaran,” ujar Kombes Pol Syahduddi dalam rilis akhir tahun di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga:  Pendampingan Panen Jagung Di Wilangan, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Menariknya, meski jumlah laporan polisi (LP) menurun, efektivitas penyelesaian perkara justru melonjak. Pada tahun 2025, Polrestabes Semarang menerima 1.415 laporan namun berhasil menuntaskan hingga 1.771 perkara. Kelebihan angka penyelesaian ini berasal dari penuntasan tunggakan kasus-kasus dari tahun sebelumnya.

“Kami tidak hanya fokus pada perkara baru, tetapi juga menuntaskan tunggakan perkara lama agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” tegas Syahduddi.

Baca Juga:  Gandeng DVI Bid Dokkes Polda Jateng dan IBL medical Check Up Center Semarang, 458 Personel Polres Semarang laksanakan Cek Kesehatan

Penurunan serupa juga terlihat pada tindak pidana tertentu, yang merosot dari 1.914 kasus di tahun 2024 menjadi hanya 896 perkara di tahun 2025, dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen. Syahduddi menilai keberhasilan ini merupakan buah dari penguatan langkah preventif, patroli rutin, serta meningkatnya partisipasi aktif masyarakat.

Selain penegakan hukum, pendekatan preemtif melalui peran Bhabinkamtibmas berhasil menekan gangguan ketertiban berbasis komunitas hingga 23 persen, yakni dari 7.048 kasus di tahun 2024 menjadi 5.395 kasus di tahun 2025.

Namun, di tengah penurunan angka kriminalitas, kepolisian memberikan catatan merah pada sektor lalu lintas. Data menunjukkan angka fatalitas kecelakaan meningkat, di mana korban meninggal dunia naik dari 84 orang pada 2024 menjadi 108 orang pada 2025.

Baca Juga:  Pimpin Sertijab Kapolsek, Kapolres Semarang Tekankan Optimalisasi Pelayanan Publik

“Angka kecelakaan lalu lintas ini menjadi perhatian serius. Ke depan, operasi dan penegakan hukum di bidang lalu lintas akan terus kami intensifkan,” jelasnya.

Menutup laporannya, Kapolrestabes menegaskan komitmen institusinya untuk tetap profesional dan humanis dalam menjaga stabilitas Kota Semarang di tahun mendatang, terutama dalam mengawal berbagai kegiatan besar seperti pengamanan hari raya hingga pertandingan sepak bola PSIS Semarang.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!