AHY: Benteng Pendem Jadi Magnet Ekonomi Baru Kab Semarang
Laporan: Muhamad Nuraeni
UNGARAN | HARIAN7.COM – Revitalisasi Benteng Fort Willem 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang, diyakini akan menjadi motor pengungkit ekonomi daerah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut selesainya proses revitalisasi kawasan heritage peninggalan abad ke-19 itu bakal membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata maupun UMKM.
Benteng Fort Willem 1 atau yang akrab disebut Benteng Pendem, kata AHY, memiliki keunikan tersendiri sebagai situs bersejarah dengan arsitektur khas Belanda.
“Ini adalah kolaborasi yang baik dengan semangat yang sama untuk melestarikan heritage peninggalan abad 19 dengan arsitektur khas Belanda. Bangunan Benteng Willem 1 atau Benteng Pendem ini dulu adalah barak militer dan sebagian sampai sekarang masih digunakan untuk Lapas Ambarawa,” ujar AHY, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan akan terus mendorong upaya peremajaan dan pemeliharaan tanpa menghilangkan keaslian bangunan.
“Ini kan yang mahal bentuk asli Benteng Pendem, udaranya juga bagus tidak panas,” tegasnya.
AHY optimistis Benteng Pendem bakal menjadi destinasi favorit generasi muda.
“Saya optimistis Benteng Pendem ini akan menjadi tempat favorit anak muda. Kalau mau foto pre-wedding bikin acara di sini saja, tempatnya bagus,” kata AHY.
Menurutnya, pasca revitalisasi, pengelolaan harus dilakukan serius agar manfaatnya dirasakan masyarakat sekitar.
“Kehadiran Benteng Pendem ini harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga membuka lapangan pekerjaan,” paparnya.
AHY juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses revitalisasi.
“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang mendukung, terima kasih Kementerian PU, Pemkab Semarang, dan juga ada Danrem jajaran, sekarang Benteng Pendem menjadi tujuan wisata andalan Kabupaten Semarang,” ungkapnya.
Revitalisasi yang berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare, dengan 1 hektare bangunan berdiri, disebut semakin mempercantik kawasan wisata sejarah tersebut.
“Ini kan arsitektur khas Belanda, kombinasi bahan besi, bata, dan kayu yang kalau kita hadirkan bersama kuliner, ekonomi kreatif, dan musik bisa menjadi kekuatan pariwisata dan budaya sehingga menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara,” tutup AHY.











Tinggalkan Balasan