HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Depok Soroti Anggaran, Dua Program Jadi Pertaruhan

Laporan: Yopi S

DEPOK | HARIAN7.COM – Suasana rapat kerja (raker) antara DPRD Kota Depok dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlangsung serius. Komisi D, yang menjadi mitra kerja beberapa dinas strategis, melontarkan kritik soal pengelolaan anggaran yang dinilai belum maksimal.

Sekretaris Komisi D, Siswanto, menekankan bahwa lemahnya pengelolaan berpotensi menghambat program prioritas kota. Dua agenda besar yang menjadi sorotan adalah Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Baca Juga:  Menanam Harapan Lewat Aren: Kiprah Miftachul Aziz Muda-Mudi Temanggung yang Cinta Bumi

Untuk RSSG, Pemerintah Kota Depok telah mengalokasikan dana sebesar Rp 12,5 miliar. Program ini disebut sebagai langkah progresif Wali Kota Supian Suri dalam membuka akses pendidikan gratis di sekolah swasta.

“RSSG adalah kebijakan yang progresif. Saat banyak daerah lain kebingungan membuat sekolah gratis, Depok berhasil menciptakannya. Komisi D akan mengawal program ini agar tepat sasaran,” kata Siswanto usai rapat dengan OPD di Ruang Paripurna, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:  PDIP Salatiga Bersiap Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Pilkada 2024,Begini Jelasnya

Sementara itu, perhatian lain tertuju pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporyata). Depok, yang menjadi tuan rumah Porprov, dituntut menyukseskan ajang empat tahunan tersebut. Siswanto mengingatkan agar pelaksanaan event olahraga ini tidak sekadar seremonial, melainkan juga memberikan dampak ekonomi bagi kota.

Baca Juga:  Kapolri dan Gubernur Jateng Cek Kesiapan Pos Mudik di Brebes

“Keberhasilan event ini bisa berdampak domino pada sektor perhotelan, UMKM, dan pariwisata,” ujarnya.

Tak hanya Dinas Pendidikan dan Disporyata, Dinas Ketenagakerjaan juga disorot. Komisi D mendesak dinas ini lebih optimal dalam mengelola anggaran agar program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat dirasakan manfaatnya.

“Ini lah pentingnya pengawasan agar program prioritas berjalan maksimal dan anggaran tepat sasaran,” tutur Siswanto menutup pertemuan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!