HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA


Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Tukang Becak di Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia Hampir Membusuk Dikamarnya

 

TNI Polri dan relawan saat mengevakuasi jenazah yang hampir membusuk di dusun Kalikidang, Desa Purwareja, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (27/11/2023)

Laporan: Iwan Setiawan

BANJARNEGARA, HARIAN7.COM – Seorang pria SW 67 warga Kalikidang, Desa Purwareja, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara di temukan meninggal dunia di kamar tidurnya.

Kapolsek Purwareja Klampok AKP Partono mengatakan jika penemuan jenazah warga Kalikidang tersebut pada Senin 27 November 2023 sekira pukul 7:30 wib. SW diketahui merupakan tukang becak yang biasa mangkal di barat pasar Perja.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Para Wisatawan Tertahan di Karimunjawa

“Saat ditemukan warga, SW sudah meninggal dunia  dengan kondisi terlentang mengenakan kaos warna merah bercelana hitam di kamar tidurnya,” jelasnya. Senin (27/11/2023) pagi.

Menurut Kapolsek, hasil pemeriksaan tim medis dari puskesmas  1 Purwareja Klampok Serta identifikasi dari Polres Banjarnegara, tidak ditemukan tanda penganiayaan.

Baca Juga:  Breaking News: Toko Kurnia Pringapus Terbakar

“Hanya pada pada wajahnya menghitam, karena proses pembusukan dengan didahului Hipoksia serta darah keluar dari telinga dan hidung” ungkap AKP Partono.

Dijelaskan oleh AKP Partono, awal diketahui adanya mayat itu, bermula adanya kecurigaan tetangga dekatnya terhadap SW yang sudah tiga hari tidak keluar rumah. Selain itu, bau busuk tercium dari rumahnya.

“Tetangga yang curiga memutuskan untuk masuk ke rumah SW. Ternyata, ketika membuka kamar tidur, nampak SW sudah tergeletak di kasur dalam keadaan sudah meninggal dan mengeluarkan bau busuk,” katanya.

Baca Juga:  OJK Cabut Ijin Usaha 4 Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Gapoktan

Seketika itu juga hal tersebut dilaporkan ke Perangkat Desa Purwareja  untuk diteruskan ke Polsek Purwareja Klampok, untuk dilakukan pemeriksaan.

Usai pemeriksaan oleh tim, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!