Seminar Kewaspadaan Nasional, Pj Walikota Salatiga dan Mayor Inf Hermanus Bahas Anti-radikalisme dan Berita Hoax
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Dalam upaya mencegah penyebaran paham ekstremisme, radikalisme, dan dampak berita palsu (hoax) di lingkungan pendidikan, Pj Walikota Salatiga, Drs Sinoeng Nugroho Rahmadi, dan Mayor Inf Hermanus, membahas isu-isu krusial ini dalam acara Seminar Orientasi Kewaspadaan Nasional.
Acara yang diadakan di Ruang Plumpungan Lt 4 Gedung Setda Kota Salatiga pada Senin (6/11/2023) ini dihadiri oleh lebih dari 50 kepala sekolah dari SMP/MTS, SMA/MAN, dan SMK di Kota Salatiga.
Sinoeng mengingatkan bahwa di berbagai negara, konflik dan peperangan seringkali dipicu oleh berita hoax dan informasi yang tidak benar.
“Potensi radikalisme dan ekstremisme di Indonesia masih signifikan, dengan indeks mencapai 12%, dan di Jawa Tengah mencapai 6,5%,”katanya.
Lebih lanjut, Sinoeng mengungkapkan bahwa perlu adanya event di sekolah untuk memberikan pengetahuan yang beragam kepada siswa, mengingat lebih dari 60% generasi Z dan milenial belajar dari pengalaman daripada nasehat.
“Konsep generasi Z dan milenial adalah “sering percaya kalau melihat.”Maka pentingnya membaca dengan baik, terutama di media sosial, mengingat bahwa 98% dampak berita hoax berasal dari platform tersebut,”jelas Sinoeng.
Ia juga mencatat bahwa 86% pelaku hate speech menggunakan akun anonim di media sosial, sehingga perlu berhati-hati dalam penggunaan perangkat seperti ponsel.
Sementara itu, Hermanus, dalam materi presentasinya, menggarisbawahi pentingnya implementasi Pancasila sebagai landasan ideologi negara dalam upaya mengatasi radikalisme dan ekstremisme.
Ia mengingatkan bahwa siswa pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Penanaman nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan bela negara menjadi krusial dalam meredam dan mengantisipasi intoleransi yang berpotensi berkembang menjadi radikalisme,”paparnya.
Hermanus menutup presentasinya dengan mengajak semua warga negara untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan sekolah.
“Pancasila, sebagai ideologi negara Indonesia, memiliki peranan sentral dalam memastikan persatuan dan keutuhan bangsa. Upaya ini bertujuan agar setiap warga negara memahami dan menghormati Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,”pungkasnya.(*)
Tinggalkan Balasan