BALIKPAPAN, HARIAN7.COM – Bicara soal antikorupsi ternyata tak harus selalu serius dengan bahasa yang kaku. Pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan integritas juga bisa disampaikan lewat sesuatu yang dekat dengan anak muda: komik.
Cara kreatif itu yang digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melalui Kompetisi Komik Sketch Your Integrity atau SYI 2026.
Kompetisi tersebut melibatkan mahasiswa untuk menuangkan gagasan, pengalaman, hingga keresahan mereka soal integritas dan perilaku antikorupsi dalam bentuk karya visual.
Kompetisi SYI 2026 digelar KPK melalui Direktorat Jejaring Pendidikan bersama Institut Teknologi Kalimantan atau ITK, Institut Seni Indonesia Surakarta, dan ISI Bali.
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Mei 2026, mulai dari sosialisasi, pembekalan peserta, pengumpulan karya hingga penjurian.
Mengangkat tema “Menjaga Integritas dengan Kreativitas”, mahasiswa diajak melihat persoalan antikorupsi dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebab, perilaku koruptif tidak selalu harus dibayangkan sebagai kasus besar. Persoalan kejujuran, tanggung jawab, transparansi, hingga kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari juga berkaitan dengan integritas.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan, pendidikan antikorupsi bisa disampaikan melalui berbagai media yang dekat dengan generasi muda.
Menurut dia, komik dapat membantu menggambarkan persoalan integritas dengan cara sederhana dan kontekstual.
“Lomba Komik SYI sebagai implementasi Pendidikan Antikorupsi melalui seni berupa komik. Komik ini tidak harus berisi pasal-pasal terkait tindak pidana korupsi, tetapi hal-hal yang berhubungan dengan perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibnu.
13 Peserta Adu Kreativitas di ITK
Di ITK, kompetisi diikuti 13 peserta, baik secara individu maupun kelompok.
Beragam cerita kemudian dituangkan dalam karya bergambar. Pengalaman sehari-hari menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga integritas.
Rangkaian kompetisi di ITK ditutup dengan penganugerahan pemenang di Auditorium Gedung A Kampus ITK, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor II ITK Khakim Ghozali, Direktur Jejaring Pendidikan KPK Dian Novianthi, serta sekitar 150 mahasiswa.
Hasil penjurian menetapkan Tim No Jiplak-Jiplak Club, yang beranggotakan Vito Zilanayo dan Nailah Nazhifah, sebagai juara pertama.
Juara kedua diraih Salma Hayek Safira. Juara ketiga diraih Margareta Estin. Sementara Juara Harapan diraih Tim Kelompok 2RN, yang beranggotakan Reva Islami Budiman, Muhammad Rizky, dan Nabil Nugroho Justisiko.
Selain pemberian penghargaan, kegiatan juga diisi pameran karya finalis dan talkshow “Bincang Asik Integritas Mahasiswa”.
Komikus profesional Adelia Maghfira mengatakan, komik bukan hanya soal hiburan. Media tersebut juga bisa digunakan untuk menyampaikan kejujuran dan keresahan yang muncul di masyarakat.
“Komik bisa menjadi salah satu media seni untuk menyuarakan nilai kejujuran dan juga keresahan di masyarakat. Menjadi seorang komikus juga perlu dedikasi dan kedisiplinan untuk menghasilkan karya yang bermakna,” kata Adelia.
Sementara itu, Dian Novianthi mengatakan keterlibatan mahasiswa penting untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam menyuarakan berbagai isu sosial, termasuk integritas dan antikorupsi.
“Kami berharap generasi muda terus berani dan peduli dengan isu-isu sosial di masyarakat. KPK siap mendukung melalui berbagai program yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa ke depannya,” ujarnya.
Tak Berhenti di Lomba
Menariknya, karya mahasiswa dalam kompetisi ini tidak berhenti setelah pemenang diumumkan.
KPK berencana mengembangkan dan mengompilasi karya-karya terbaik tersebut menjadi buku komik yang dapat digunakan sebagai salah satu materi pendukung pembelajaran Pendidikan Antikorupsi.
Dengan begitu, karya mahasiswa tidak sekadar menjadi pajangan atau kenang-kenangan lomba. Cerita dan pesan yang mereka buat berpeluang digunakan sebagai bahan pembelajaran yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dekan Fakultas Pembangunan Berkelanjutan ITK Alamsyah mengatakan pihaknya mendukung upaya KPK memperkuat pendidikan antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi.
“ITK selalu mendukung upaya KPK dalam Pendidikan Antikorupsi,” katanya.
Kompetisi SYI 2026 sekaligus menjadi ruang kolaborasi KPK dan perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan antikorupsi melalui pendekatan kreatif.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan dukungan Australia-Indonesia Partnership for Justice Phase 3 atau AIPJ3.(Yuanta)









Tinggalkan Balasan