Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Ketika sebagian warga mulai terlelap, suara bising knalpot masih memecah malam di sejumlah ruas jalan. Namun kali ini, malam panjang di Salatiga berakhir berbeda. Satu per satu kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dihentikan dalam patroli skala besar yang digelar hingga dini hari.
Hasilnya, 28 sepeda motor berknalpot brong diamankan dalam pelaksanaan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang menyasar kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan sejumlah titik lain di wilayah hukum Polres Salatiga, Minggu (24/5/2026).
Patroli dipimpin langsung Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi didampingi Kabagops Kompol Muhamad Kariri, dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres dan jajaran Polsek.
Operasi malam itu tidak hanya memburu pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menyasar titik yang kerap menjadi lokasi balap liar, kerumunan remaja, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di lapangan, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada pengendara.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap nyaman.
“Dalam pelaksanaan patroli KRYD kali ini, petugas kembali berhasil mengamankan 28 kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, penggunaan knalpot brong juga sering menjadi pemicu gangguan ketertiban di wilayah,” jelasnya.
Kendaraan yang diamankan selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Para pemilik juga diwajibkan mengembalikan kendaraan ke kondisi standar sebelum dapat diambil kembali di Kantor Satlantas Polres Salatiga.
Patroli semacam ini menjadi pesan bahwa jalan raya bukan arena mencari perhatian lewat suara paling keras.
Polres Salatiga pun mengimbau masyarakat, terutama kalangan muda, untuk lebih tertib berlalu lintas dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lain.
Sebab di jalan, yang dicari bukan siapa paling berisik, tetapi siapa yang bisa pulang dengan selamat.









Tinggalkan Balasan